Dicoret FTSE Russell, Saham GOTO dan NCKL Tersandung Regulasi, DOID serta CNMA Ikut Terpuruk
Suara Pecari | Dicoret FTSE Russell, begini prospek GOTO, NCKL, DOID dan CNMA. Empat emiten Indonesia—PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Dwidjaya Metalindo Tbk (DOID), dan PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CNMA)—resmi dikeluarkan dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap per 22 Juni 2026. Keputusan ini berimbas pada arus modal dan eksposur investasi luar negeri, terutama dari dana pasif yang memanfaatkan indeks FTSE sebagai benchmark.
Menurut FTSE Russell, penghapusan dilakukan karena Bursa Efek Indonesia (BEI) memindahkan saham-saham tersebut ke Papan Pengembangan (Development Board). FTSE menyatakan segmen pasar ini tidak memenuhi kriteria inklusi indeks GEIS, yang berdampak pada penurunan likuiditas dan minat investor global. Ini menandai peningkatan jumlah emiten domestik yang tersingkir dari indeks acuan investor asing dalam beberapa bulan terakhir.
Dicoret FTSE Russell, begini prospek GOTO, NCKL, DOID dan CNMA. Respons pasar beragam. Saham GOTO stagnan di Rp50 per lembar dengan volume transaksi Rp21,16 miliar, sementara NCKL naik 0,58% ke Rp870 per saham meski diperdagangkan dengan transaksi mencapai Rp91,49 miliar. Kinerja DOID dan CNMA, yang juga tergusur, cenderung terkoreksi mengikuti tren negatif sektor infrastruktur dan konstruksi.
Analisis pasar menunjukkan, kehilangan akses ke indeks global ini membuka potensi penurunan sentimen jangka pendek, terutama untuk GOTO dan NCKL yang sebelumnya menjadi magnet utama dana asing. Namun, ada peluang jangka panjang jika perusahaan memenuhi syarat untuk kembali ke indeks utama atau menarik minat investor aktif melalui inovasi bisnis.
Dicoret FTSE Russell, begini prospek GOTO, NCKL, DOID dan CNMA. FTSE Russell menjelaskan, perubahan ini bersifat teknis dan tidak mencerminkan penurunan kualitas perusahaan, melainkan aturan pasar yang ketat. Investor perlu memantau langkah strategis emiten untuk memenuhi kriteria indeks internasional, termasuk meningkatkan transparansi dan kinerja keuangan.
Kesimpulan: Kekeluaran dari indeks FTSE Russell memberi tekanan pada likuiditas dan harga saham empat emiten tersebut. Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka jika perusahaan berhasil memperbaiki fundamental dan memenuhi standar pasar global. Investor disarankan melakukan evaluasi ulang terhadap portofolio untuk menangkap peluang jangka menengah-mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












