Liga Putri Indonesia 2026 Resmi Bergulir 17 Oktober dengan Format Triple Round Robin

Liga Putri Indonesia 2026 Resmi Bergulir 17 Oktober dengan Format Triple Round Robin

Suara Pecari, JakartaLiga Putri Indonesia 2026 akan resmi dimulai pada 17 Oktober 2026 dengan enam klub peserta dari kawasan Jabodetabek. Kompetisi ini digelar secara terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, sebagai langkah awal membangun fondasi liga putri yang berkelanjutan di Indonesia.

Kompetisi perdana ini diikuti oleh Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC. Format yang digunakan adalah sistem triple round robin, di mana setiap tim akan bertanding minimal 15 kali selama fase liga sebelum melanjutkan ke babak semifinal dan final.

Format Kompetisi dan Jadwal

Setiap klub akan saling bertemu tiga kali pada fase reguler, memastikan setiap tim mendapatkan kesempatan bermain secara merata. Empat tim terbaik di klasemen akan melaju ke babak semifinal, yang kemudian menentukan dua finalis untuk memperebutkan gelar juara Liga Putri Indonesia 2026/2027.

Pertandingan akan digelar setiap akhir pekan agar para pemain yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas pendidikan selama hari kerja. Pemusatan pertandingan di satu lokasi juga membantu mengurangi biaya operasional dan perjalanan antarklub sehingga meningkatkan efisiensi penyelenggaraan liga.

Komitmen Keberlanjutan dan Pengembangan Sepak Bola Putri

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang dengan komitmen jangka panjang. PSSI bersama klub peserta berkomitmen menjalankan liga ini minimal selama lima tahun, menghindari vakum yang pernah terjadi setelah Liga 1 Putri pada 2019 yang hanya berlangsung satu musim.

CEO Indonesian Womens League, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa pemilihan enam klub dari Jabodetabek merupakan strategi awal untuk memastikan operasional yang kuat dan efisien. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan liga putri yang lebih besar di masa mendatang.

Penguatan Tim dan Regulasi Pemain

Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal empat pemain asing untuk menambah kualitas kompetisi. Selain itu, setiap tim wajib memiliki minimal satu pemain yang berstatus anggota Timnas Indonesia Putri, mendukung pengembangan pemain nasional.

Harapan dan Peran Liga Putri Indonesia

Dengan dimulainya kembali Liga Putri Indonesia setelah tujuh tahun vakum, diharapkan kompetisi ini dapat menjadi wadah yang konsisten dan berkelanjutan bagi pengembangan sepak bola wanita di Tanah Air. Format terpusat dan pengaturan jadwal yang mempertimbangkan pendidikan pemain menunjukkan perhatian pada aspek sosial dan keberlangsungan liga.

PSSI dan penyelenggara berencana menyelesaikan kompetisi sebelum bulan Ramadan 2027, dengan potensi pertandingan digelar dua kali dalam seminggu di penghujung musim untuk meningkatkan intensitas dan daya tarik kompetisi.

Keberadaan Liga Putri Indonesia yang terorganisir diharapkan dapat menumbuhkan minat dan perhatian publik terhadap sepak bola wanita, sekaligus mendukung pembinaan pemain berbakat untuk masa depan sepak bola nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *