Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri

Akan Diikuti Persita, Persija, hingga Dewa United, Liga Putri Diharapkan Jadi Fondasi Kebangkitan Sepak Bola Putri

Suara Pecari, MerahPutih.com – Langkah besar untuk kebangkitan sepak bola putri Indonesia mulai terlihat. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menggelar pertemuan dengan sejumlah klub yang akan mengikutsertakan tim putrinya dalam kompetisi Liga Putri yang direncanakan bergulir pada Oktober 2026. Klub-klub tersebut antara lain Persita Tangerang, Persija Jakarta, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa, dan Dewa United. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu juga dihadiri oleh operator liga, I.League, untuk mematangkan persiapan.

Pesan Erick Thohir: Sinergi dengan Timnas dan Integritas Kompetisi

Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menitipkan sejumlah pesan penting. Ia menekankan agar Liga Putri berjalan selaras dengan jadwal Timnas Indonesia Putri. “Saya berpesan agar Liga Putri berjalan selaras dengan jadwal Timnas Indonesia Putri agar pembinaan dan prestasi bisa berjalan beriringan,” ujar Erick. Hal ini krusial mengingat seringkali jadwal liga bentrok dengan agenda tim nasional, yang menghambat perkembangan pemain.

Selain itu, Erick juga menyoroti aspek profesionalisme dan keamanan. “Kami juga ingin memastikan Liga Putri untuk menjaga integritas kompetisi, tidak ada ruang untuk match fixing, dan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk sexual harassment. Kita harus jaga anak-anak kita dan pastikan Liga Putri menjadi tempat yang aman, profesional, dan berintegritas bagi seluruh pemain,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI berkomitmen memberantas praktik curang dan kekerasan seksual yang kerap membayangi olahraga putri.

Sejarah dan Harapan Baru

Liga untuk pesepak bola putri di Indonesia terakhir bergulir pada 2019 dengan label Liga 1 Putri. Saat itu, Persib Putri berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tira-Persikabo Kartini dengan agregat 6-1 pada partai final. Namun, vakum selama bertahun-tahun membuat sepak bola putri Indonesia tertinggal dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Kini, dengan kehadiran Liga Putri, diharapkan lahir generasi baru pesepak bola putri yang berkualitas.

Erick Thohir optimistis kompetisi ini tidak hanya melahirkan talenta baru, tetapi juga menjaga sportivitas dan mendorong sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh. “Liga Putri akan menjadi kompetisi yang melahirkan talenta, menjaga sportivitas, dan membawa sepak bola putri Indonesia melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Kronologi Persiapan Liga Putri

  • 2019: Liga 1 Putri terakhir digelar, Persib Putri juara.
  • 2024-2025: PSSI mulai menggagas kembali kompetisi putri.
  • Juli 2026: Pertemuan dengan klub-klub peserta dan operator liga.
  • Oktober 2026: Target kick-off Liga Putri dengan 6 tim perdana.

Daftar Tim Peserta Liga Putri Perdana

NoNama KlubAsal Kota
1Persita TangerangTangerang
2Persija JakartaJakarta
3Bekasi FCBekasi
4Persikad DepokDepok
5GarudayaksaJakarta
6Dewa UnitedTangerang Selatan

Dampak dan Implikasi

Kehadiran Liga Putri diharapkan membawa dampak signifikan bagi sepak bola putri Indonesia. Pertama, kompetisi ini akan menjadi wadah pembinaan dan pengembangan bakat-bakat muda putri. Kedua, dengan adanya liga yang profesional, pemain putri memiliki kesempatan untuk berkarir lebih serius. Ketiga, liga ini juga dapat meningkatkan popularitas sepak bola putri di mata publik, sehingga mendorong lebih banyak sponsor dan investasi. Bagi klub, memiliki tim putri juga menjadi nilai tambah dalam membangun basis suporter dan tanggung jawab sosial.

Namun, tantangan tetap ada. Mulai dari pendanaan, infrastruktur, hingga sosialisasi kepada masyarakat. PSSI perlu memastikan bahwa liga berjalan sesuai jadwal dan standar yang ditetapkan. Dukungan dari klub-klub besar seperti Persija dan Persita menjadi modal awal yang baik. Jika sukses, Liga Putri bisa menjadi fondasi kokoh bagi kebangkitan sepak bola putri Indonesia di kancah internasional.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Liga Putri bukan sekadar kompetisi, melainkan simbol kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Semua mata kini tertuju pada Oktober 2026, saat para putri-putri terbaik bangsa akan berlaga di atas lapangan hijau, membawa harapan dan mimpi untuk masa depan yang lebih gemilang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *