Martin O’Neill Akui Dirinya Penyebab Keterlambatan Staf Pelatih Celtic, Sementara Liam Scales Absen di Laga Shelbourne FC vs Celtic

Martin O'Neill Akui Dirinya Penyebab Keterlambatan Staf Pelatih Celtic, Sementara Liam Scales Absen di Laga Shelbourne FC vs Celtic

Suara Pecari, Dalam laga persahabatan pramusim yang mempertemukan Shelbourne FC vs Celtic, tim tamu harus tampil tanpa bek andalan mereka, Liam Scales. Pemain asal Irlandia itu diketahui masih harus menjalani skorsing dua pertandingan akibat akumulasi kartu kuning musim lalu. Alhasil, ia dipastikan absen pada dua laga awal Liga Skotlandia melawan Dundee dan Kilmarnock. Namun, yang menjadi sorotan utama justru pernyataan manajer Celtic, Martin O’Neill, mengenai keterlambatan pembentukan staf kepelatihannya.

O’Neill, yang baru saja memimpin Celtic meraih gelar ganda yang tak terduga, mengakui bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas penundaan pengumuman staf pelatih. Sejak dikonfirmasi sebagai manajer permanen, butuh waktu dua minggu bagi O’Neill untuk menyelesaikan negosiasi dengan Shaun Maloney dan Mark Fotheringham, dua pelatih yang membantunya meraih sukses musim lalu. Banyak pendukung Celtic yang menyalahkan dewan direksi atas keterlambatan ini, namun O’Neill dengan tegas membantahnya.

“Tidak ada waktu sama sekali untuk menikmati gelar, benar-benar tidak ada. Semuanya terjadi begitu cepat,” ujar O’Neill dalam konferensi pers. “Saya tidak menyangka akan berada di sini, itu tidak masalah. Jelas klub sedang mencari alternatif lain.” O’Neill yang berusia 74 tahun akhirnya menandatangani kontrak satu tahun untuk tetap menukangi The Bhoys. Ia menambahkan bahwa proses negosiasi yang alot semata-mata karena dirinya ingin memastikan bahwa tim pelatih yang tepat dapat bekerja sama untuk menghadapi musim baru.

Sementara itu, laga Shelbourne FC vs Celtic juga menjadi ajang kembalinya bek tengah Cameron Carter-Vickers yang pulih dari cedera. Carter-Vickers bermain selama 45 menit pertama bersama Dane Murray di lini belakang. Dengan absennya Scales, O’Neill memiliki opsi lain seperti Auston Trusty dan Maik Nawrocki untuk mengisi posisi bek tengah. Pertandingan melawan Shelbourne FC menjadi ujian pertama bagi Celtic dalam mempersiapkan diri menghadapi musim 2026/27.

Kekhawatiran lain muncul terkait kebugaran pemain setelah jadwal padat pramusim. Namun, O’Neill optimis bahwa timnya dapat bersaing di level tertinggi. “Kami harus siap sejak awal. Tidak ada alasan untuk tidak tampil maksimal,” tegasnya. Laga Shelbourne FC vs Celtic sendiri berakhir dengan kemenangan tipis bagi tim tamu, meskipun tanpa kontribusi langsung dari Scales.

Dalam jangka panjang, keputusan O’Neill untuk mempertahankan Maloney dan Fotheringham diharapkan dapat menjaga stabilitas ruang ganti. Keduanya dikenal memiliki hubungan baik dengan para pemain dan memahami filosofi permainan O’Neill. Dengan skorsing Scales yang akan segera berakhir, Celtic berharap dapat memulai musim dengan langkah positif.

Secara keseluruhan, persiapan Celtic untuk musim baru masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam hal konsistensi performa. Namun, dengan kembalinya pemain kunci seperti Carter-Vickers dan komitmen O’Neill untuk membangun tim yang solid, para pendukung tetap optimis. Laga Shelbourne FC vs Celtic menjadi gambaran awal bahwa perjuangan masih panjang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *