Celtic Siapkan Tawaran Baru untuk Haissem Hassan Usai Penampilan Gemilang di Piala Dunia
Suara Pecari, Celtic dikabarkan akan mengajukan tawaran yang lebih baik untuk merekrut winger Real Oviedo, Haissem Hassan, setelah penampilannya yang impresif bersama tim nasional Mesir dalam laga melawan Argentina di Piala Dunia 2026. Hassan, yang baru berusia 24 tahun, menjadi sorotan setelah memberikan assist untuk gol Mostafa Ziko yang membawa Mesir unggul 2-0 atas juara dunia Argentina, meski akhirnya harus kalah 3-2. Penampilan tersebut membuat manajemen Celtic yakin bahwa pemain ini bisa menjadi solusi bagi lini serang mereka yang dinilai kurang tajam musim lalu.
Sebelumnya, Celtic telah mengajukan tawaran senilai £3,5 juta untuk Hassan, namun ditolak oleh klub asal Spanyol tersebut. Namun, setelah performa gemilangnya di panggung dunia, Celtic disebut akan meningkatkan nilai tawaran untuk mengamankan jasa pemain sayap cepat ini. Musim lalu, hanya Daizen Maeda yang mampu mencetak gol dua digit di Liga Skotlandia, sementara tidak ada pemain depan lain yang mencatatkan lebih dari delapan assist. Hal ini menjadi perhatian serius bagi manajer Martin O’Neill, yang berharap kehadiran Hassan dapat menambah daya gedor tim.
Di sisi lain, Celtic juga tengah dalam pembicaraan untuk memulangkan Kelechi Iheanacho, yang kontraknya telah berakhir. Keputusan ini menuai kritik dari sebagian pendukung Celtic yang menilai langkah tersebut tidak tepat mengingat catatan cedera Iheanacho yang buruk. Namun, O’Neill menegaskan bahwa ia ingin mempertahankan pemain Nigeria itu dan sedang bernegosiasi dengan agennya. “Saya ingin melakukan sesuatu dengannya. Jika kami bisa menyelesaikannya dengan cepat, setidaknya dia bisa memulai pramusim, yang sangat penting baginya,” ujar O’Neill kepada The Herald.
Sementara itu, rival abadi Celtic, Rangers, baru saja menunjuk Derek McInnes sebagai manajer baru. Mantan pemain Rangers, Kyle Lafferty, memuji pendekatan McInnes dalam menangani pemain, terutama saat Lafferty mengalami masa sulit akibat skandal sektarian yang menyeret namanya. Lafferty mengaku bahwa McInnes adalah satu-satunya orang yang mendukungnya saat itu. “Cara dia mengelola pemain adalah kunci. Semua orang yang pernah bermain di bawahnya akan mengatakan hal yang sama,” kata Lafferty.
Di sisi lain, bek Hearts, Craig Halkett, masih belum bisa melupakan kekalahan dramatis timnya dari Celtic di final liga musim lalu. Halkett merasa segala sesuatu yang bisa melawan mereka terjadi, termasuk keputusan wasit dan invasi lapangan di Celtic Park. “Sulit menerimanya karena Anda merasa itu seharusnya terjadi. Banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan kami,” ungkap Halkett.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, bursa transfer musim panas ini menjadi krusial bagi Celtic untuk mempertahankan dominasi mereka di Liga Skotlandia. Langkah-langkah yang diambil dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan apakah Celtic mampu kembali bersaing di papan atas Eropa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








