Iran Anggap Proposal AS Mempersempit Jurang Diplomasi

Iran Anggap Proposal AS Mempersempit Jurang Diplomasi

Suara Pecari | Teheran menyatakan bahwa proposal terbaru dari Amerika Serikat (AS) telah memperkecil perbedaan diplomatik antara kedua negara. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peluang untuk mencapai kesepakatan damai yang permanen.

Laporan dari Islamic Students News Agency (ISNA) menyebutkan bahwa proposal tersebut membantu menjembatani sejumlah perbedaan signifikan. Namun, Iran menekankan pentingnya Washington untuk menghentikan ancaman perang yang diarahkan kepada mereka, karena kemajuan diplomasi memerlukan suasana politik yang lebih kondusif.

Proposal terbaru ini merupakan respons terhadap dokumen 14 poin yang diajukan oleh Iran sebelumnya, salah satu di antaranya adalah permintaan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran meminta AS untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka sebagai syarat untuk membahas program nuklir lebih lanjut.

Teheran juga mengajukan permohonan untuk menghentikan konflik di berbagai wilayah, termasuk Lebanon dan Timur Tengah secara umum, serta pencairan aset yang dibekukan akibat sanksi internasional.

Dalam perkembangan yang terkait, Asim Munir, seorang pejabat dari Pakistan, mengunjungi Teheran sebagai mediator antara kedua negara. Peran Pakistan dianggap penting dalam menjembatani komunikasi antara Iran dan AS.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan keyakinan bahwa diplomasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Pernyataan ini sempat meningkatkan optimisme di pasar global dan memengaruhi harga obligasi serta minyak. Trump menyatakan, “Diplomasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir,” namun juga memperingatkan bahwa kegagalan dalam negosiasi bisa memicu serangan baru.

Hambatan utama dalam negosiasi adalah tuntutan Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium. Iran menolak untuk menghentikan aktivitas pengayaan selama satu dekade penuh dan menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan dari Washington. Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa Iran membuka kemungkinan untuk memindahkan material uranium ke Rusia, yang dapat menambah kompleksitas situasi.

Ketegangan yang masih berlangsung ini berkontribusi pada fluktuasi harga minyak global, yang kembali mengalami kenaikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan