IRGC Beraksi! Hantam Jet Tempur AS, F-16 Milik Washington Keok dan Dipaksa Mundur dari Duel Udara
Suara Pecari | IRGC beraksi! Hantam jet tempur AS, F-16 milik Washington keok dan dipaksa mundur dari duel udara. Dalam serangan balasan yang dramatis, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan 12 rudal balistik ke Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania pada Kamis, 12 Juni 2026. Serangan ini diklaim berhasil menghancurkan sejumlah jet tempur AS, termasuk F-16, F-15, dan F-35, serta instalasi militer kunci di pangkalan tersebut.
IRGC beraksi! Hantam jet tempur AS, F-16 milik Washington keok dan dipaksa mundur dari duel udara. Langkah ini merupakan respons tegas terhadap serangan AS yang menargetkan fasilitas sipil dan militer Iran pada Rabu malam, 10 Juni 2026. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengonfirmasi bahwa Washington telah melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas penting di Iran, termasuk lokasi rekreasi, kompleks industri, dan pangkalan Garda Revolusi di Kabupaten Pishva. Presiden Donald Trump memerintahkan agar Iran dihantam keras demi mengamankan gencatan senjata permanen.
IRGC beraksi! Hantam jet tempur AS, F-16 milik Washington keok dan dipaksa mundur dari duel udara. Menurut pernyataan resmi IRGC yang dikutip Mehr News, Angkatan Udara IRGC menargetkan pusat kontrol dan area parkir jet tempur AS di pangkalan Al-Azraq. Serangan rudal ini sukses menghantam sejumlah besar jet tempur dan fasilitas penting milik militer AS. IRGC memuji keimanan dan sikap heroisme rakyat Iran dalam lebih dari 100 hari masa perjuangan, dan menegaskan bahwa operasi militer akan terus digelar selama kejahatan musuh masih ada.
Sebelumnya, IRGC telah menyiapkan 12 rudal balistik untuk menghantam pangkalan AS di Yordania sebagai respons atas serangan Amerika. Pangkalan Al-Azraq diketahui menjadi lokasi penempatan jet tempur F-35, F-15, dan F-16, serta sejumlah fasilitas strategis. Serangan AS terhadap Iran disebut-sebut menyasar kawasan di sekitar Karaj dan Nazarabad, barat Teheran, serta pangkalan Garda Revolusi di Pishva.
Ketegangan antara Iran dan AS semakin memanas. IRGC beraksi! Hantam jet tempur AS, F-16 milik Washington keok dan dipaksa mundur dari duel udara. Dengan keberhasilan serangan ini, Iran menunjukkan kesiapan militernya dalam menghadapi ancaman dari luar. Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara adidaya ini.
Kesimpulannya, serangan balasan IRGC menjadi bukti bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap agresi asing. Dengan hancurnya jet-jet tempur AS di pangkalan Al-Azraq, keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah kembali bergeser. Masyarakat internasional berharap agar eskalasi ini tidak berujung pada konflik berskala lebih besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












