Oscar Pintos Peringatkan El Niño Bisa Sebabkan Banjir dan Kenaikan Sungai Bersejarah

Oscar Pintos Peringatkan El Niño Bisa Sebabkan Banjir dan Kenaikan Sungai Bersejarah

Suara Pecari – Direktur Jenderal Hidraulika dan Pekerjaan Sanitasi Entre Ríos, Oscar Pintos, memperingatkan bahwa fenomena El Niño diprediksi akan semakin intensif mulai Agustus 2026. Ia menyebut potensi banjir dan kenaikan permukaan sungai yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama di Sungai Paraná dan Uruguay.

Peringatan ini disampaikan Pintos dalam wawancara dengan program Plaza Mansilla di Radio Elonce. Menurutnya, proyeksi iklim menunjukkan skenario kompleks dengan curah hujan luar biasa dan peningkatan level sungai yang berkelanjutan. Pemerintah provinsi telah mengaktifkan langkah-langkah pencegahan bersama dengan pemerintah kota dan berbagai lembaga.

Intensifikasi El Niño Mulai Agustus

Pintos menjelaskan bahwa El Niño akan mulai menguat pada Agustus 2026, membawa kondisi yang sangat menantang, baik dari segi curah hujan maupun tinggi muka air sungai di sekitar Provinsi Entre Ríos. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada Argentina, tetapi juga Uruguay, Paraguay, dan Brasil bagian selatan. Curah hujan ekstrem diperkirakan akan langsung mempengaruhi daerah aliran sungai yang memasok kedua sungai utama tersebut.

Kemiripan dengan El Niño 1997–1998

Menurut perkiraan internasional, El Niño tahun ini memiliki karakteristik yang mirip dengan fenomena tahun 1997–1998, salah satu yang paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pintos mengingatkan bahwa pada peristiwa tersebut, tercatat hampir 40.000 orang dievakuasi di Entre Ríos. Namun, ia menekankan bahwa setiap fenomena bersifat unik. Saat ini, provinsi telah memiliki infrastruktur pertahanan banjir yang dapat mengurangi risiko, meskipun pertumbuhan perkotaan dan pemukiman di daerah rawan menimbulkan tantangan baru.

Perbedaan El Niño dan Perubahan Iklim

Dalam wawancara, Pintos juga menjelaskan perbedaan antara El Niño dan perubahan iklim. El Niño adalah proses alami yang dipicu oleh peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuatorial. Sementara itu, pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia memperparah dampak fenomena alam tersebut. “Pemanasan global menghasilkan perubahan iklim yang membuat fenomena alam menjadi lebih ekstrem,” ujarnya.

Pemerintah provinsi dan lembaga terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *