Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania dengan 12 Rudal Balistik, Klaim Hancurkan F-16, F-15, dan F-35
Suara Pecari | Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik besar-besaran ke Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, Kamis (11/6/2026). Dalam aksi yang disebut sebagai balasan atas serangan udara AS sebelumnya, IRGC mengklaim telah menghancurkan sejumlah jet tempur canggih milik AS, termasuk F-16, F-15, dan F-35 yang tengah diparkir di pangkalan tersebut. Peristiwa ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari.
IRGC Kirim 12 Rudal Balistik ke Yordania, Klaim Hancurkan F-16, F-15, F35 Milik AS
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kantor Humas IRGC, Pasukan Dirgantara Garda Revolusi meluncurkan 12 rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Al-Azraq, Yordania. Serangan ini diklaim berhasil menghancurkan infrastruktur vital pangkalan serta sejumlah besar pesawat tempur AS, termasuk F-35, F-15, dan F-16. IRGC menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons langsung atas serangan rudal AS pada Rabu (10/6/2026) malam yang menyasar wilayah sipil dan militer Iran, termasuk kawasan industri di Karaj dan Nazarabad serta markas IRGC di Pishva.
IRGC Kirim 12 Rudal Balistik ke Yordania, Klaim Hancurkan F-16, F-15, F35 Milik AS: Detail Serangan
Menurut sumber militer, pangkalan Al-Azraq merupakan salah satu markas utama jet tempur AS di kawasan Timur Tengah. Serangan yang dilancarkan pada pagi hari waktu setempat itu dilaporkan menyebabkan ledakan dahsyat dan kebakaran besar di area parkir pesawat. IRGC mengklaim bahwa sistem pertahanan rudal Patriot yang ditempatkan di sekitar pangkalan gagal mencegat seluruh rudal yang diluncurkan. Selain Yordania, Iran juga melancarkan serangan terhadap target-target AS lainnya di Bahrain, Kuwait, dan Teluk, termasuk Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan markas Armada Kelima AS.
Eskalasi Konflik dan Dampak Global
Serangan ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Iran juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia, yang langsung mendorong lonjakan harga minyak global. Langkah ini diambil sebagai bagian dari tekanan terhadap AS dan sekutunya. Sementara itu, militer AS belum memberikan pernyataan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun, analis militer memperkirakan bahwa jika klaim IRGC terbukti benar, ini akan menjadi salah satu pukulan terbesar terhadap kemampuan udara AS di kawasan sejak Perang Teluk.
IRGC Kirim 12 Rudal Balistik ke Yordania, Klaim Hancurkan F-16, F-15, F35 Milik AS: Respons Internasional
Komunitas internasional mengecam serangan tersebut. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan sidang darurat untuk membahas eskalasi ini. Sementara itu, Iran tetap pada pendiriannya bahwa tindakan militer adalah hak sah untuk membela diri. Dalam pidato yang disiarkan televisi, juru bicara IRGC menyatakan bahwa serangan akan terus berlanjut sampai AS menghentikan agresinya terhadap Iran.
Ketegangan yang meningkat ini juga berdampak pada stabilitas regional. Negara-negara tetangga seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab meningkatkan kewaspadaan militer mereka. Yordania sendiri, yang menjadi lokasi pangkalan yang diserang, berada dalam posisi sulit karena harus menjaga hubungan baik dengan AS sekaligus menghindari konfrontasi langsung dengan Iran.
Kesimpulannya, serangan rudal balistik Iran ke pangkalan AS di Yordania menandai babak baru dalam konflik Iran-AS yang semakin memanas. Dengan klaim penghancuran jet tempur canggih dan penutupan Selat Hormuz, dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak yang dapat membawa kawasan menuju perang skala penuh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












