Perang Berakhir, Militer Iran Sebut AS-Israel Tak Punya Pilihan Selain Terima Kekalahan dan Menyerah

Perang Berakhir, Militer Iran Sebut AS-Israel Tak Punya Pilihan Selain Terima Kekalahan dan Menyerah

Suara Pecari | Perang berakhir, militer Iran sebut AS-Israel tak punya pilihan selain terima kekalahan dan menyerah. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pengarahan dengan para diplomat asing di Teheran, Selasa (16/6/2026). Menurut Araghchi, kesepakatan damai yang ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat pada 19 Juni 2026 merupakan pengakuan atas kegagalan agresi gabungan AS-Israel di Timur Tengah.

Perang berakhir, militer Iran sebut AS-Israel tak punya pilihan selain terima kekalahan dan menyerah. Araghchi menegaskan bahwa dalam memorandum damai, Iran dan Hizbullah berada di satu pihak, sementara AS dan Israel di pihak lain. “Ini mungkin isu terpenting dalam memorandum tersebut, deklarasi pengakhiran segera dan permanen perang di semua front, termasuk di Lebanon,” ujarnya. Teheran mengategorikan setiap serangan baru Israel sebagai bentuk pelanggaran nyata kesepakatan damai.

Kesepakatan ini muncul setelah hampir empat bulan konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026. Perang berakhir, militer Iran sebut AS-Israel tak punya pilihan selain terima kekalahan dan menyerah, namun di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menyatakan bahwa pihaknya tidak terikat oleh gencatan senjata tersebut. Netanyahu bahkan mengaku tidak mengetahui isi detail perjanjian antara Washington dan Teheran. “Dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir — tidak hari ini dan tidak besok,” kata Netanyahu dalam konferensi pers.

Meski demikian, Iran tetap pada pendiriannya. Araghchi menekankan bahwa perang belum berakhir sepenuhnya sebelum militer Israel mundur dari wilayah jajahan di Lebanon. “Kesepakatan ini mengikat seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk konfrontasi bersenjata di wilayah Lebanon,” tambahnya. Sementara itu, warga Teheran masih skeptis terhadap perdamaian jangka panjang. Banyak yang menganggap gencatan senjata hanya meredakan ketegangan sementara, namun belum menjawab persoalan ekonomi dan keamanan yang mendasar.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang dikuasai Iran sejak perang dimulai. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan selatan Iran. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasar energi global yang terguncang akibat konflik.

Perang berakhir, militer Iran sebut AS-Israel tak punya pilihan selain terima kekalahan dan menyerah. Pernyataan ini mencerminkan keyakinan Teheran bahwa poros perlawanan berhasil memukul mundur agresi. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti karena Israel belum menunjukkan itikad untuk menarik pasukannya. Dunia kini menanti implementasi kesepakatan damai yang diharapkan membawa stabilitas baru di Timur Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan