KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Pemerintah Segera Investigasi Penyebab Kebakaran
Suara Pecari, Sumenep – KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran hebat di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026. Api diduga berasal dari area dek kendaraan di bagian bawah kapal sekitar pukul 03.00 WIB. Kebakaran tersebut memicu kepanikan penumpang, yang nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Makassar, Sulawesi Selatan ini membawa sebanyak 271 orang, terdiri dari 232 penumpang dan 39 Anak Buah Kapal (ABK). Dalam insiden ini, 231 penumpang berhasil diselamatkan oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, namun 5 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Proses Kebakaran dan Evakuasi
Saksi mata sekaligus kru kapal tanker, Abdul Majid, menggambarkan suasana mencekam saat kejadian. Api dengan cepat menyebar dan membumbung tinggi disertai asap tebal, membuat kondisi kapal menjadi tidak kondusif. Banyak penumpang berkumpul di bagian depan kapal untuk menghindari asap sebelum akhirnya banyak yang melompat ke laut. Cuaca buruk dengan gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan angin kencang menyulitkan proses evakuasi.
Salah satu kru KM Mutiara Sentosa 2, Dwi Putro Suryo, menyatakan api pertama kali muncul dari sebuah mobil yang terbakar di bagian depan kanan kapal. Upaya pemadaman awal menggunakan air tidak berhasil, sehingga api merambat cepat ke bagian lain kapal. Dalam upaya penyelamatan diri, Suryo terombang-ambing di laut selama sekitar dua setengah jam dan mengalami luka ringan.
Tindakan Pemerintah dan Evaluasi
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa penyebab kebakaran akan segera diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah juga melakukan evakuasi korban serta verifikasi data penumpang bersama tim SAR untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya keselamatan dalam transportasi laut. Pemerintah akan memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP), mitigasi cuaca, pemeriksaan kelaikan kapal, serta mendorong peremajaan armada demi meningkatkan keselamatan penumpang dan kualitas layanan.
Data dan Fakta Penting
| Aspek | Data |
|---|---|
| Waktu Kejadian | 2 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB |
| Lokasi | Perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur |
| Rute Kapal | Surabaya (Tanjung Perak) menuju Makassar, Sulawesi Selatan |
| Jumlah Penumpang dan ABK | 271 orang (232 penumpang, 39 ABK) |
| Korban Selamat | 231 orang |
| Korban Meninggal | 5 orang |
| Penyebab Kebakaran | Diduga berasal dari mobil yang terbakar di dek kendaraan bagian bawah kapal |
| Kondisi Cuaca | Gelombang tinggi 2,5 meter, angin 20-30 knot |
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut di Indonesia. Evaluasi terhadap operator kapal dan peremajaan armada menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Situasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada hari kejadian juga penuh kecemasan karena keluarga penumpang berkumpul mencari kepastian. Pemerintah berupaya memberikan informasi yang akurat dan penanganan terbaik bagi korban dan keluarganya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










