China Salip Rusia, Kini Punya Angkatan Udara Terkuat Kedua di Dunia Setelah AS: Punya 2.500 Jet
Suara Pecari | Dalam perkembangan yang mengejutkan banyak pihak, China kini resmi menyalip Rusia dan menjadi negara dengan angkatan udara terkuat kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Dengan jumlah sekitar 2.500 jet tempur, China berhasil menggeser Rusia yang selama puluhan tahun menduduki posisi tersebut. China salip Rusia, kini punya angkatan udara terkuat kedua di dunia setelah AS: punya 2.500 jet, sebuah pencapaian yang tidak lepas dari modernisasi militer besar-besaran yang dilakukan Beijing dalam satu dekade terakhir.
Menurut laporan terbaru dari berbagai lembaga pertahanan, armada udara China tidak hanya unggul dalam jumlah, namun juga dalam kualitas. Jet-jet siluman seperti Chengdu J-20 dan Shenyang J-31 diproduksi massal, sementara pesawat generasi keempat seperti J-10 dan J-16 terus diperbarui. Bandingkan dengan Rusia yang masih mengandalkan Su-35 dan Su-57 yang produksinya terbatas. Tidak mengherankan jika China salip Rusia, kini punya angkatan udara terkuat kedua di dunia setelah AS: punya 2.500 jet, dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.
Di sisi lain, China juga gencar mengembangkan platform udara non-konvensional. Setelah insiden balon mata-mata pada 2023 yang ditembak jatuh AS, Beijing kembali serius mengembangkan pesawat udara raksasa AS700. Meskipun dipasarkan untuk keperluan sipil seperti wisata dan transportasi, teknologi di balik AS700—termasuk navigasi presisi dan kemampuan bertahan lama di udara—memiliki potensi pengawasan strategis. Ini menunjukkan bahwa China tidak hanya fokus pada jet tempur, tetapi juga pada penguasaan domain udara secara menyeluruh.
Sementara itu, hubungan China-Rusia semakin erat, namun tidak mengurangi ambisi Beijing untuk menjadi yang terdepan. Uni Eropa baru-baru ini mengonfirmasi laporan bahwa militer China melatih ratusan tentara Rusia di Beijing dan Nanjing, dengan fokus pada pengoperasian drone dan peperangan elektronik. Pelatihan ini memicu kekhawatiran di Barat, namun China dan Rusia membantah tuduhan tersebut. Di tengah ketegangan ini, China salip Rusia, kini punya angkatan udara terkuat kedua di dunia setelah AS: punya 2.500 jet, menjadi bukti bahwa Beijing tidak bergantung pada mitra strategisnya dalam hal pertahanan.
Indonesia juga menjadi contoh bagaimana pengaruh militer Rusia masih terasa di Asia. Indonesia telah membeli berbagai alutsista dari Rusia, termasuk jet Sukhoi Su-27, Su-30, dan kontrak Su-35 yang tertunda, serta helikopter Mi-17 dan Mi-35. Namun, dengan kebangkitan China, Indonesia mulai mendiversifikasi sumber persenjataannya. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada Juni 2026 untuk KTT ASEAN-Rusia di Kazan menjadi ajang untuk memperkuat hubungan bilateral, namun tidak mengubah fakta bahwa China kini menjadi kekuatan udara dominan di kawasan.
Kesimpulannya, China telah berhasil melakukan lompatan besar dalam kekuatan udaranya. Dengan 2.500 jet tempur dan teknologi canggih, China tidak hanya menyalip Rusia, tetapi juga mendekati kemampuan AS. China salip Rusia, kini punya angkatan udara terkuat kedua di dunia setelah AS: punya 2.500 jet, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut seiring dengan meningkatnya investasi Beijing di sektor pertahanan udara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












