Kelahiran Bayi di Malaysia Anjlok 6,1 Persen, Populasi Justru Tembus 34,4 Juta
Suara Pecari – Malaysia mencatat penurunan jumlah kelahiran bayi sebesar 6,1 persen pada kuartal kedua tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data resmi Departemen Statistik Malaysia menunjukkan adanya tren penurunan kelahiran hidup, namun populasi negara ini justru mengalami peningkatan.
Penurunan Jumlah Kelahiran Bayi
Sepanjang kuartal kedua 2026, tercatat sebanyak 90.726 kelahiran hidup di Malaysia. Dari jumlah tersebut, 46.953 adalah bayi laki-laki dan 43.773 bayi perempuan. Angka ini menurun 6,1 persen dibandingkan kuartal kedua tahun sebelumnya.
Komposisi Etnis dalam Kelahiran
Menurut data yang dirilis pada 13 Agustus 2026, masyarakat Melayu memberikan kontribusi terbesar terhadap kelahiran hidup, yakni 67,3 persen, sedikit meningkat dari 67,1 persen pada tahun sebelumnya. Sebaliknya, proporsi kelahiran dari etnis Tionghoa turun menjadi 7,5 persen dari 8,7 persen, dan etnis India menurun menjadi 3,8 persen dari 4,3 persen.
Kematian dan Pertumbuhan Populasi
Di sisi lain, jumlah kematian di Malaysia pada kuartal yang sama mencapai 49.827 jiwa, meningkat 0,6 persen dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, total populasi Malaysia tetap bertambah menjadi 34,4 juta jiwa, naik sekitar 0,5 persen dari 34,2 juta jiwa pada kuartal kedua 2025.
Implikasi Demografis
Data ini menunjukkan bahwa meskipun kelahiran bayi menurun, pertumbuhan populasi masih terjadi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain angka kematian yang relatif stabil dan kemungkinan migrasi masuk yang tidak tercantum dalam data ini.
Relevansi Data untuk Kebijakan
Penurunan angka kelahiran memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi. Pertumbuhan populasi yang berkelanjutan di tengah penurunan kelahiran juga menjadi tantangan dalam perencanaan sumber daya dan layanan publik.
Informasi dari Departemen Statistik Malaysia ini memberikan gambaran penting mengenai dinamika demografi yang perlu dipantau secara berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










