Andy Burnham Resmi Jadi PM, Langsung Pangkas Pajak Listrik dan Hadapi Krisis Global
Suara Pecari, Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (21/7/2026) setelah sukses memimpin kudeta internal Partai Buruh. Dalam pidato perdananya, Burnham berjanji memberikan ‘ruang napas’ bagi rakyat yang terdampak krisis biaya hidup. Langkah pertamanya adalah menghapus PPN (VAT) dari tagihan listrik rumah tangga mulai 1 Oktober 2026, yang diperkirakan menghemat sekitar £45 per tahun per rumah tangga.
Kebijakan ini langsung mendapat respons dari pakar keuangan Martin Lewis. Ia memperingatkan bahwa penghematan tersebut bisa tergerus oleh kenaikan batas harga energi (price cap) sebesar 5,1% pada kuartal keempat, yang berarti rata-rata tagihan justru naik £93 per tahun. “Jika ini terjadi, pemotongan PPN tidak akan terasa manfaatnya bagi kebanyakan orang,” ujar Lewis dalam pernyataannya.
Sementara itu, Andy Burnham juga harus menghadapi tekanan dari pemerintah daerah. Pemimpin Dewan Trafford, Tom Ross, mengaku telah menyiapkan surat untuk meminta dana darurat guna menutup celah anggaran sebesar £25 juta pada tahun fiskal 2027/2028. “Kami akan terus memperjuangkan pendanaan yang lebih adil dari pemerintah pusat,” tegas Ross.
Di panggung internasional, Burnham langsung diuji oleh krisis di Timur Tengah. Dalam panggilan telepon pertamanya dengan Presiden AS Donald Trump, kedua pemimpin membahas konflik di Selat Hormuz yang telah memasuki malam ke-11. Serangan AS ke Iran dan serangan balasan Iran telah menghentikan 20% pengiriman minyak dunia. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan perang ini telah menghabiskan biaya $37,5 miliar. Burnham mendesak Trump untuk mencari solusi diplomatik, namun situasi masih tegang.
Di dalam negeri, Burnham menunjuk John Healey sebagai Kanselir, sebuah keputusan mengejutkan karena sebelumnya Shabana Mahmood dan Ed Miliband lebih diunggulkan. Healey menegaskan komitmennya pada disiplin fiskal. Sementara itu, Louise Haigh diangkat sebagai Menteri Kabinet dan Sekretaris Negara Pertama, menjadikannya perempuan paling kuat di Inggris saat ini. Haigh disebut-sebut sebagai arsitek kemenangan Burnham melalui kudeta internal yang berlangsung tanpa pertumpahan darah.
Krisis iklim juga menjadi perhatian: sekitar 23 juta warga Inggris dilarang menggunakan selang air akhir pekan ini karena kekeringan mendekati status darurat. Burnham memerintahkan kabinet untuk mencari “semua cara yang mungkin” untuk mengatasi krisis biaya hidup dan perubahan iklim.
Dengan berbagai tantangan di dalam dan luar negeri, Andy Burnham harus membuktikan bahwa janji-janji kampanyenya bisa diwujudkan. Langkah awal menghapus PPN listrik mungkin populer, tetapi efek riilnya masih diragukan. Sementara konflik Iran-AS mengancam stabilitas ekonomi global, Burnham harus menavigasi diplomasi yang rumit sambil menjaga kepercayaan rakyat Inggris.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










