Prabowo dan Modi di Pesta Komunitas India: Sejarah, Persahabatan, dan Masa Depan Hubungan RI-India
Suara Pecari, Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Selasa, 7 Juli 2026. Acara yang penuh kehangatan ini menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia.
Prabowo: Pengagum Pribadi Narendra Modi
Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan kekaguman pribadinya terhadap Modi. ‘Saya tidak ikut campur dalam politik domestik India, tetapi saya adalah pengagum pribadi Shri Narendra Modi,’ ucapnya di hadapan ribuan warga India yang hadir. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik. Prabowo menegaskan bahwa kekagumannya didasari oleh rekam jejak Modi yang sukses memajukan India dalam satu dekade terakhir—mulai dari transformasi digital, pembangunan infrastruktur, hingga pengaruh global yang semakin kuat.
Prabowo juga mengenang momen bersejarah ketika ia menjadi tamu utama pada Peringatan Hari Republik India tahun 2025. ‘Saya sangat terhormat menjadi tamu utama karena perayaan Hari Republik pertama India adalah pada tahun 1950 dan tamu utama saat itu adalah Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno. Jadi, takdir menjadikan saya Presiden kedelapan Republik Indonesia,’ tuturnya. Ini menjadi penegasan bahwa hubungan Indonesia-India memiliki akar sejarah yang sangat kuat sejak era kemerdekaan kedua bangsa.
PM Modi: Sahabat Sejati Indonesia
Dalam sambutannya, Narendra Modi menyampaikan apresiasi yang tulus atas sambutan hangat Prabowo dan rakyat Indonesia. ‘Ini merupakan pengalaman yang akan selalu saya kenang seumur hidup. Di Indonesia, kasih yang dimiliki terhadap orang Indonesia terhadap India, hari ini saya bahkan melihatnya di Istana Presiden,’ kata Modi. Ia juga terkesan dengan antusiasme anak-anak sekolah dan generasi muda Indonesia yang menyambutnya.
Lebih menarik, Modi mengutip film Bollywood terkenal ‘Kuch Kuch Hota Hai’ sebagai metafora. ‘Hari ini saya mengatakan kepada Presiden Prabowo bahwa bila India dan Indonesia berjalan bersama, bahwa bukan hanya ‘Kuch Kuch’—bukan hanya beberapa hal yang terjadi, tetapi ke depannya akan banyak hal yang terjadi jika kita selalu bersama,’ ungkap Modi. Kutipan ini disambut tepuk tangan meriah karena menunjukkan kedekatan budaya India dan Indonesia.
Kronologi Kunjungan Kenegaraan PM Modi
Kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia berlangsung selama tiga hari, dengan agenda padat yang memperkuat kerja sama bilateral. Berikut kronologi singkatnya:
| Tanggal | Agenda | Lokasi |
|---|---|---|
| 5 Juli 2026 | Kedatangan PM Modi di Bandara Soekarno-Hatta | Tangerang |
| 6 Juli 2026 | Pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka | Jakarta |
| 7 Juli 2026 | Penandatanganan MoU kerja sama maritim, digital, dan pertahanan | JICC |
| 7 Juli 2026 | Indian Community Reception | JICC |
| 8 Juli 2026 | Kunjungan ke Borobudur dan pertemuan dengan pelaku usaha | Yogyakarta |
Komunitas India di Indonesia: Jembatan Budaya dan Ekonomi
Acara Indian Community Reception dihadiri oleh lebih dari 3.000 warga India yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Komunitas India di Indonesia diperkirakan mencapai 120.000 jiwa, tersebar di berbagai sektor seperti perdagangan, manufaktur, dan jasa. Mereka tidak hanya menjadi jembatan ekonomi tetapi juga budaya, di mana film, musik, dan tarian India sangat populer di Indonesia.
PM Modi menyebutkan popularitas lagu India di Indonesia sebagai bukti kedekatan. ‘Semangat orang-orang Indonesia, senyum dari para anak-anak sekolah yang ada di istana tadi, semangat dari anak-anak muda Indonesia, semuanya begitu luar biasa. Tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, sangat luar biasa,’ pujinya.
Dampak dan Implikasi Kunjungan bagi Hubungan Bilateral
Kunjungan kenegaraan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan yang memberikan dampak signifikan bagi kedua negara. Berikut poin-poin penting yang dapat diuraikan:
- Kerja sama maritim: Indonesia dan India sepakat untuk meningkatkan patrouille bersama di perairan Samudra Hindia untuk menjaga keamanan jalur perdagangan.
- Digitalisasi: Kolaborasi dalam transformasi digital, termasuk pembayaran digital lintas batas dan pengembangan startup.
- Pertahanan: Latihan militer bersama dan transfer teknologi pertahanan, termasuk kerja sama industri pertahanan.
- Ekonomi: Target peningkatan perdagangan bilateral dari USD 30 miliar menjadi USD 50 miliar pada 2030.
- Budaya: Pertukaran pelajar dan promosi pariwisata, dengan target 2 juta wisatawan India ke Indonesia pada 2028.
Implikasi langsung dari kunjungan ini adalah penguatan posisi Indonesia dalam geopolitik kawasan. India merupakan kekuatan utama di kawasan Indo-Pasifik, dan kerja sama yang erat dengan India membantu Indonesia menyeimbangkan pengaruh Tiongkok. Bagi masyarakat Indonesia, kesepakatan di sektor digital dan pariwisata akan memberikan manfaat langsung berupa lapangan kerja dan kemudahan akses layanan.
Penutup: Lebih dari Sekadar ‘Kuch Kuch’
Malam itu di JICC bukan hanya pesta biasa. Di dalamnya terkandung harapan besar bahwa hubungan Indonesia-India yang telah berusia lebih dari 75 tahun ini akan terus bertransformasi menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Seperti kata Prabowo, ‘Takdir’ mempertemukan kedua bangsa melalui tokoh-tokoh seperti Soekarno dan Nehru, dan kini diteruskan oleh Prabowo dan Modi. Dengan semangat ‘Kuch Kuch’ yang disinggung Modi, bukan hanya sedikit hal yang akan terjadi, melainkan banyak hal besar—di bidang ekonomi, budaya, dan keamanan—yang akan mengubah peta kawasan. Masyarakat Indonesia dan India boleh berharap lebih, karena persahabatan ini tidak lagi sekadar nostalgia masa lalu, melainkan fondasi masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










