Gempa Jepang Magnitudo 7,1: AEON Mall Ambruk Akibat Ledakan Gas, Korban Tewas 30 Orang
Suara Pecari, Tokyo – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) menyebabkan kerusakan parah, termasuk ambruknya pusat perbelanjaan AEON Mall di Kashima akibat ledakan gas. Hingga Kamis (30/7), jumlah korban tewas tercatat 30 orang, sementara tim penyelamat masih mencari korban yang terjebak di reruntuhan.
Gempa utama terjadi pada pukul 21.26 waktu setempat, diikuti serangkaian gempa susulan. Sekitar 50 menit setelah gempa, ledakan besar mengguncang AEON Mall yang baru saja dievakuasi. Ledakan diduga berasal dari kebocoran gas. Tiga pekerja toko tewas di lokasi, sementara satu orang lainnya dikhawatirkan tewas dan tiga orang masih hilang.
Sesar Aktif Kembali Bergeser
Para ahli menghubungkan gempa ini dengan Zona Sesar Hinagu, segmen tengah yang sebelumnya memicu gempa dahsyat pada April 2016. Shinichi Sakai, profesor seismologi dari University of Tokyo, menyatakan bahwa segmen tengah sesar tersebut kini aktif kembali, serupa dengan pergerakan segmen utara pada 2016. Kekhawatiran kini beralih ke segmen selatan yang berpotensi memicu gempa berikutnya.
Dampak dan Upaya Penyelamatan
Gempa menyebabkan kerusakan luas di Pulau Kyushu. Lebih dari 10.000 orang mengungsi di 400 pusat evakuasi. Sekitar 23.000 rumah masih tanpa listrik, dan banyak daerah mengalami kekurangan air bersih. Suhu mencapai 35 derajat Celsius, meningkatkan risiko sengatan panas. Sebanyak 5.000 personel Pasukan Bela Diri Jepang dikerahkan, namun gempa susulan berkekuatan 5,8 magnitudo pada Kamis pagi menghambat pencarian.
Di kota Yatsushiro, pabrik Nippon Paper Industries juga mengalami kerusakan dengan lima orang tewas dan empat hilang akibat runtuhnya cerobong asap. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyebut situasi ini sebagai perlombaan melawan waktu untuk menyelamatkan korban.
Operasi pencarian di AEON Mall melibatkan sekitar 170 personel. Operator mal, Aeon, telah meminta maaf secara publik dan sedang menyelidiki penyebab ledakan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










