Netanyahu Klaim Pasukan Khusus Siap Jika Ditangkap di Luar Negeri
**Suara Pecari** – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak khawatir jika ditangkap di luar negeri berdasarkan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Ia mengklaim pasukan khusus Israel siap melindunginya jika ada negara yang mencoba menangkapnya.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan Fox News, menanggapi kekhawatiran pembawa acara Sean Hannity tentang risiko penerbangan ke negara anggota ICC. Netanyahu mengatakan, “Ya, tentu saya memikirkannya. Kami memiliki pasukan khusus. Saya sendiri pernah bertugas bersama mereka selama lima tahun.” Ia menambahkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) cukup tangguh dan mungkin saatnya memberi mereka tugas baru.
Pernyataan ini muncul setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024 atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Meskipun Amerika Serikat bukan anggota ICC, Netanyahu tetap menjadi buronan internasional dan 124 negara anggota ICC wajib menangkapnya jika berada di wilayah mereka.
Dalam perjalanan ke Washington pekan ini, Netanyahu melintasi wilayah udara Yunani, Italia, Prancis, dan Kanada—semuanya anggota ICC. Hal itu memicu kritik karena dianggap membantu seorang pemimpin yang berstatus buronan.
Sementara itu, Wali Kota New York Zohran Mamdani baru-baru ini menyerukan pemerintah federal AS untuk menangkap Netanyahu, menyebutnya sebagai “arsitek genosida”. Netanyahu tetap melanjutkan rencana kunjungannya ke New York.
Di sisi lain, Senator John Fetterman dari Pennsylvania memuji Netanyahu dalam pertemuan satu lawan satu, menyebutnya sebagai “patriot yang luar biasa”. Fetterman juga mengkritik rekan-rekan Demokrat yang semakin memusuhi Israel.
Netanyahu juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden AS JD Vance untuk membahas ketegangan terkait perang Iran dan kebijakan AS terhadap Teheran. Pertemuan digambarkan sebagai “langsung” dan “terus terang” oleh kedua belah pihak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










