Gereja Berang, Zionis Terus Usir Warga Kristen Palestina
Suara Pecari, Ramallah – Rumah-rumah warga Kristen Palestina di wilayah Ramallah terus menjadi sasaran pembongkaran dan pengusiran oleh pasukan pendudukan Israel, menimbulkan kekhawatiran atas keberlangsungan komunitas Kristen yang telah lama mengakar di tanah Palestina.
Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja di Palestina secara tegas mengecam tindakan pembongkaran rumah milik keluarga Kristen di Birzeit dan pengusiran paksa keluarga lain di desa Taybeh. Pembongkaran terjadi pada dua bangunan berlantai empat milik keluarga Abed di Birzeit, sebelah utara Ramallah, sementara keluarga Bashir Naim Kuna di Taybeh dipaksa meninggalkan rumah yang baru mereka huni selama kurang dari satu minggu setelah mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan dan fasilitasnya.
Pelaksanaan Kebijakan Sistematis dan Pelanggaran Hukum Internasional
Komite menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan bagian dari kebijakan sistematis Israel yang bertujuan merampas tanah serta memaksa pembangunan permukiman kolonial melalui kekerasan. Kebijakan ini tidak hanya mengancam properti warga Palestina, tetapi juga keberadaan komunitas Kristen yang merupakan bagian integral dari identitas dan sejarah Palestina.
Konteks Kekerasan dan Pengusiran di Palestina
Tingkat kekerasan, penghancuran rumah, dan pengusiran paksa yang mencapai rekor tertinggi ini dipicu oleh persaingan dalam koalisi pemerintahan Israel. Selain itu, laporan lain mengungkapkan bahwa Zionis juga mempersenjatai geng kriminal dan kelompok milisi di Gaza untuk melancarkan operasi pengusiran dan kekerasan terhadap warga Palestina. Kelompok milisi yang didukung Israel ini bahkan terlibat dalam kejahatan perang dan memiliki hubungan dengan kelompok teroris seperti Daesh (ISIS).
Seruan Internasional dan Dampak Terhadap Komunitas Kristen Palestina
Komite Kepresidenan menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tanggung jawab hukum dan politik guna menghentikan pelanggaran tersebut dan meminta pertanggungjawaban para pelaku. Mereka menegaskan bahwa kebijakan kekerasan ini tidak akan berhasil menghapus identitas dan keberadaan bangsa Palestina, termasuk komunitas Kristen yang telah lama menjadi bagian dari tanah tersebut.
Desa Taybeh, satu-satunya desa Kristen terakhir di Palestina, menjadi simbol penting keberlangsungan komunitas ini. Pengusiran dan pembongkaran yang berkelanjutan dapat mengancam keberadaan mereka secara signifikan.
Situasi ini mencerminkan tantangan serius yang dihadapi warga Palestina, khususnya komunitas Kristen, dalam mempertahankan hak atas tanah dan rumah mereka di tengah tekanan politik dan militer yang terus berlangsung.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










