Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi
Suara Pecari – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan strategis Selat Hormuz setelah militer AS melakukan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak. Insiden ini menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak dan menembus level psikologis US$90 per barel.
Harga minyak Brent naik tajam hingga US$90,32 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$85,41 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang berasal dari konflik berkepanjangan di kawasan Teluk Persia.
Posisi Strategis Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi dunia. Setiap gangguan di jalur ini dapat secara signifikan memengaruhi pasokan minyak dan gas global. Pulau Larak, lokasi serangan militer AS, berada tepat di kawasan Selat Hormuz dan menjadi titik penting dalam eskalasi konflik ini.
Serangan Militer dan Dampaknya
Militer AS menyerang fasilitas peluncur roket Iran yang diduga bersiap menebarkan ranjau di jalur perairan Selat Hormuz. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa serangan ini mengakhiri masa ketenangan yang berlangsung beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, Iran melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut dan berencana melakukan aksi balasan.
Kondisi Pasar Minyak dan Prospek Konflik
Pasar minyak global menunjukkan reaksi cepat dengan peningkatan harga yang signifikan. Investor kini waspada terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang dapat mengganggu infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk. Meskipun perundingan damai antara AS dan Iran belum tercapai, saat ini sekitar 6 hingga 8 juta barel minyak mentah per hari masih mengalir melalui Selat Hormuz.
Berbagai upaya diplomatik dan militer yang terjadi sejauh ini belum mampu menghentikan ketegangan yang berlarut-larut. Kesepakatan terbatas antara Iran dan Oman mengenai pembagian pendapatan dari Selat Hormuz memberikan harapan akan pengelolaan jalur tersebut, namun risiko gangguan tetap tinggi.
Dampak Global
Kenaikan harga minyak akibat konflik ini berpotensi memicu lonjakan inflasi global dan menekan ekonomi dunia. Selat Hormuz sebagai sumber utama pasokan energi strategis dunia membuat situasi di kawasan ini menjadi perhatian utama bagi negara-negara importir minyak dan pelaku pasar internasional.
Situasi ini menegaskan pentingnya stabilitas politik dan keamanan di wilayah Teluk Persia untuk menjaga kelancaran pasokan energi global dan menahan gejolak harga minyak mentah dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










