Longsor Dahsyat di Perbatasan China-Nepal Tewaskan 5 Orang, 558 Hilang, Dipicu Runtuhnya Gletser
Suara Pecari, Gyirong – Longsor dahsyat yang terjadi di Pelabuhan Gyirong, perbatasan China-Nepal, pada Rabu pagi menewaskan lima orang dan menyebabkan 558 orang masih hilang hingga Jumat sore waktu setempat. Bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di kawasan dataran tinggi Nepal, yang memicu aliran puing glasial berkecepatan tinggi yang menghantam wilayah pelabuhan.
Fakta Utama Longsor di Perbatasan China-Nepal
- Bencana berlangsung pada Rabu pagi waktu setempat di Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonom Xizang, China barat daya.
- Setidaknya lima orang tewas dan 558 orang masih hilang hingga Jumat sore menurut data resmi.
- Longsor dipicu oleh runtuhnya gletser pada ketinggian 5.200-5.400 meter di dataran tinggi Nepal.
- Material longsoran berupa es, batuan, dan lumpur dengan kedalaman lebih dari 1,5 meter.
- Aliran puing bergerak dengan kecepatan sekitar 50 meter per detik, memicu kehancuran besar di pelabuhan.
Proses Terjadinya Longsor dan Dampaknya
Runtuhnya gletser menyebabkan massa es dan batuan meluncur deras melalui alur sungai pegunungan, membentuk aliran puing glasial berkecepatan tinggi. Material ini terus mengumpulkan puing dan momentum hingga mencapai Pelabuhan Gyirong, merusak infrastruktur dan membahayakan penduduk setempat. Lamanya waktu antara runtuhnya gletser hingga longsor menerjang pelabuhan diperkirakan hanya tujuh menit, sehingga warga memiliki waktu sangat terbatas untuk menyelamatkan diri.
Tiga Faktor Penyebab Dampak Longsor Parah
- Skala longsoran besar dan berasal dari ketinggian ekstrem.
- Material berubah cepat menjadi aliran puing berkecepatan tinggi dengan energi besar.
- Lokasi pelabuhan yang padat penduduk dan infrastruktur berada langsung di jalur longsoran.
Konteks dan Pentingnya Bencana Ini
Pelabuhan Gyirong merupakan jalur perdagangan penting antara China dan Nepal dengan aktivitas padat dan populasi terkonsentrasi di sekitarnya. Longsor terjadi saat siang hari, saat aktivitas kerja sedang berlangsung, sehingga risiko korban jiwa meningkat. Material longsoran yang bergerak dengan cepat tanpa hambatan signifikan memperparah dampak kerusakan dan korban.
Pengaruh Pemanasan Global terhadap Bencana Glasial
Para ilmuwan mengaitkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana glasial seperti longsor di kawasan perbatasan China-Nepal dengan pemanasan global. Dataran Tinggi Qinghai-Tibet yang disebut sebagai Kutub Ketiga Bumi memiliki banyak gletser yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Pemanasan iklim akibat aktivitas manusia telah menyebabkan penyusutan gletser secara luas sejak 1990-an, membuat struktur gletser semakin tidak stabil dan rentan runtuh. Upaya pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi penting untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Proses Pencarian dan Penyelamatan
Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban di lokasi longsor. Kondisi medan yang tertutup lumpur tebal dan material longsoran yang bergerak cepat menyulitkan operasi penyelamatan dan meningkatkan risiko bagi petugas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










