Dan Driscoll Mengundurkan Diri Setelah Berselisih dengan Menteri Perang AS

Dan Driscoll Mengundurkan Diri Setelah Berselisih dengan Menteri Perang AS

Suara Pecari – Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat, Dan Driscoll, mengajukan pengunduran diri setelah mengalami ketegangan berkepanjangan dengan Menteri Perang AS, Pete Hegseth. Keputusan ini diumumkan menyusul perbedaan pandangan yang signifikan terkait arah kebijakan Angkatan Darat dan pencopotan sejumlah perwira tinggi militer.

Driscoll, yang menjabat selama sekitar 18 bulan, diperkirakan akan meninggalkan Pentagon dalam beberapa hari ke depan. Meskipun pengunduran diri ini telah dilaporkan oleh berbagai media, baik Driscoll, Hegseth, maupun Presiden Donald Trump belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan mundurnya Driscoll.

Ketegangan Internal di Lingkungan Militer AS

Selama masa jabatannya, Menteri Perang Pete Hegseth telah melakukan pencopotan besar-besaran terhadap sejumlah petinggi militer dan pejabat sipil di Departemen Pertahanan. Pada April 2026, Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk segera mengundurkan diri dan pensiun tanpa penjelasan resmi. Hingga kini, pengganti resmi Randy George belum diumumkan, dan Jenderal Christopher LaNeve menjalankan tugas sebagai pelaksana kepala staf Angkatan Darat.

Driscoll dikenal sebagai Sekretaris Angkatan Darat termuda sepanjang sejarah dan disebut-sebut sebagai sosok yang efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk memperkuat Amerika Serikat. Namun, perselisihan dengan Hegseth yang melibatkan perbedaan visi tentang transformasi dan kesiapan Angkatan Darat menjadi faktor utama mundurnya Driscoll.

Konsekuensi dan Dampak Pengunduran Diri

Pengunduran diri Driscoll menambah daftar panjang pejabat militer senior yang mundur atau diberhentikan dalam pemerintahan Donald Trump, termasuk Menteri Angkatan Laut John Phelan dan beberapa jenderal senior lainnya. Situasi ini mencerminkan dinamika internal yang kompleks di lingkungan pertahanan AS, terutama di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran dan isu geopolitik yang semakin rumit.

Perubahan kepemimpinan yang signifikan di Angkatan Darat dan militer AS secara umum memicu ketidakpastian mengenai arah kebijakan dan kesiapan militer Amerika Serikat dalam menghadapi tantangan global ke depan.

Hingga saat ini, belum ada pengganti resmi untuk Dan Driscoll yang diumumkan oleh Gedung Putih atau Pentagon. Pemerintah AS masih menghadapi tekanan untuk mengisi posisi-posisi kunci demi menjaga stabilitas dan efektivitas angkatan bersenjata.

Peristiwa ini juga menyoroti ketegangan yang tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga di dalam tubuh pemerintahan Amerika Serikat sendiri, yang berpotensi mempengaruhi kebijakan dan operasi militer di tingkat strategis.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *