Meger PET dan PPN, Pertamina Rampungkan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap II
Suara Pecari – PT Pertamina (Persero) telah menyelesaikan tahap kedua restrukturisasi bisnis hilir dengan resmi menggabungkan PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke dalam PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Proses penggabungan ini ditandai dengan penandatanganan Akta Penggabungan serta perubahan Anggaran Dasar yang berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Senin (31/8). Penggabungan ini efektif berlaku mulai 1 September 2026.
Langkah Strategis dalam Transformasi Bisnis Hilir
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa penggabungan ini lebih dari sekadar pemenuhan aspek legal. Hal ini merupakan komitmen Pertamina Group untuk membangun bisnis hilir yang terintegrasi secara struktural dan mampu memberikan pelayanan yang andal, kompetitif, serta berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.
Simon menambahkan bahwa, meskipun tengah menghadapi arus transformasi yang kompleks, operasional bisnis hilir tetap harus berjalan tanpa hambatan karena pelayanan energi kepada masyarakat merupakan tugas utama Pertamina. Integrasi ini harus memberikan manfaat nyata kepada seluruh lapisan masyarakat dari Sabang hingga Merauke.
Rangkaian Restrukturisasi Bisnis Hilir Pertamina
Penggabungan PET ke PPN merupakan kelanjutan dari restrukturisasi tahap pertama yang telah efektif sejak 1 Februari 2026. Pada tahap pertama, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan sepuluh Special Purpose Vehicle (SPV) anak perusahaan PT Pertamina International Shipping (PIS) telah digabungkan ke PPN, termasuk pengalihan armada kapal captive PIS ke PPN.
Proses integrasi ini dirancang agar tidak mengganggu kelangsungan operasional bisnis hilir. Setelah tanggal efektif penggabungan, Pertamina akan fokus pada penataan proses dan organisasi di Subholding Hilir, serta melanjutkan optimalisasi rantai nilai, efisiensi biaya operasi, dan sinergi operasional.
Komitmen Meningkatkan Efisiensi dan Daya Saing
Simon menekankan pentingnya menjaga konsistensi arahan, memperkuat tata kelola, dan memperjelas peran di Subholding Hilir agar transisi dapat berjalan mulus tanpa mengganggu pelayanan energi kepada masyarakat. Dengan penggabungan ini, Pertamina bertujuan menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat melalui optimalisasi rantai nilai dan efisiensi biaya.
Acara penandatanganan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Direksi Holding, Subholding, dan anak perusahaan terkait, menandai komitmen bersama seluruh insan Pertamina Group dalam transformasi bisnis hilir berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat integrasi, efisiensi, dan daya saing bisnis hilir nasional sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian energi di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










