Keluarga Desak Polda Metro Periksa Febrio Adiono Terkait Hilangnya HP dan Kematian Sutrimo
Suara Pecari, Jakarta – Keluarga almarhum Sutrimo mendesak penyidik Polda Metro Jaya untuk memeriksa Febrio Adiono, pegawai Kejaksaan yang diduga mengetahui informasi penting terkait kematian Sutrimo dan keberadaan ponsel milik korban yang hingga kini masih misterius.
Sutrimo, yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal dunia pada Juli 2026 di depan sebuah klinik kecantikan yang sudah tutup di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga kini, penyelidikan terkait kematian Sutrimo belum menemukan titik terang, terutama mengenai hilangnya ponsel korban yang diduga berada di tangan seseorang yang mengenal Sutrimo.
Desakan Pemeriksaan Febrio Adiono
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, menyampaikan bahwa Febrio Adiono adalah sosok kunci yang belum pernah diperiksa oleh penyidik, padahal perannya sangat penting. Febrio disebut sebagai orang yang mengantar jenazah Sutrimo ke rumah sakit dan mengambil keputusan agar jenazah tidak dilakukan otopsi, yang menjadi bagian krusial dalam proses penyelidikan.
Aan menambahkan, keluarga mendapat informasi awal kematian Sutrimo melalui panggilan telepon yang menggunakan ponsel korban, yang hingga kini keberadaannya tidak diketahui. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Febrio Adiono mengetahui keberadaan ponsel tersebut dan bisa memberikan informasi penting terkait kematian Sutrimo.
Misteri Ponsel Sutrimo
Keberadaan ponsel milik Sutrimo masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Keluarga berharap penyidik dapat menelusuri keberadaan perangkat itu secara menyeluruh, mengingat informasi yang diterima keluarga tentang kematian Sutrimo berasal dari ponsel tersebut.
Febrio Adiono, yang tercatat sebagai pegawai staf administrasi di lingkungan Kejaksaan Agung, diduga memiliki akses dan informasi terkait ponsel korban. Namun, penyidik belum melakukan pemeriksaan terhadapnya, sehingga keluarga merasa ada pintu penting yang belum dibuka dalam penyelidikan ini.
Fakta Tambahan dan Tuntutan Keluarga
- Sutrimo ditemukan dengan kondisi terdapat busa di mulut dan hidung, namun hal ini belum dijelaskan secara terbuka oleh pihak kepolisian.
- Keluarga mempertanyakan hasil ekshumasi dan meminta kejelasan lebih lanjut dalam proses penyelidikan kematian Sutrimo.
- Keluarga sudah mengajukan surat kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus terkait kasus ini, namun belum memperoleh informasi yang memadai.
Penyelidikan terhadap kematian Sutrimo masih berlangsung, dengan harapan keterangan dari Febrio Adiono dapat membantu mengungkap fakta-fakta yang selama ini belum terungkap. Keluarga terus menuntut keadilan dan transparansi agar misteri kematian Sutrimo tidak menjadi teka-teki yang tak terjawab.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pegawai Kejaksaan dan menyisakan banyak pertanyaan terkait proses penanganan jenazah serta hilangnya barang bukti penting seperti ponsel. Polda Metro Jaya diharapkan segera merespon desakan keluarga dengan memeriksa Febrio Adiono dan menelusuri keberadaan ponsel Sutrimo demi kejelasan kasus.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









