Asal Muasal dan Sosok Pemilik 995 Airsoft Gun di Sekolah Swasta Jakarta Selatan Terungkap
Suara Pecari, Jakarta – Penemuan 995 pucuk airsoft gun di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal usul dan siapa yang bertanggung jawab atas penyimpanan senjata tersebut. Investigasi polisi mengungkap bahwa senjata-senjata ini merupakan hasil impor dari luar negeri pada tahun 2008, dengan dokumen resmi yang teregistrasi bernomor RSI 5483/12/2008.
Ratusan airsoft gun yang ditemukan terdiri dari berbagai jenis senapan angin dan pistol, dengan rincian 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. Penemuan ini terjadi ketika pihak sekolah membuka ruang penyimpanan yang sebelumnya terkunci dan berada di bawah pengelolaan pengurus lama yayasan yang kini diberhentikan.
Identitas Pemilik dan Kaitan dengan Perusahaan Perbakin
Selanjutnya, kepemilikan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA yang ditemukan di lokasi yang sama terungkap atas nama seseorang berinisial DS. DS adalah direktur PT Lokta Karya Perbakin, sebuah perusahaan yang beroperasi di bawah naungan Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PERBAKIN). Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor impor senapan angin legal dan mengklaim memiliki izin resmi atas kepemilikan 995 pucuk airsoft gun tersebut.
Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, mengonfirmasi bahwa sekolah tidak pernah menyelenggarakan ekstrakurikuler menembak, bertolak belakang dengan klaim PT Lokta Karya Perbakin yang menyatakan senjata itu adalah inventaris legal untuk program ekstrakurikuler yang direncanakan sejak 2021.
Peran Ketua Yayasan dan Proses Hukum
Keberadaan senjata tersebut juga dikaitkan dengan mantan ketua yayasan, Indra Wargadalem (IWD), yang pernah menjabat setelah memenangkan gugatan perdata pada 2011 dan kini menjadi komisaris PT Lokta Karya Perbakin. Pihak kepolisian masih mendalami alasan serta peruntukan impor dan penyimpanan senjata tersebut di lingkungan sekolah.
Penyelidikan dan Temuan Lain
Selain airsoft gun, polisi juga menemukan bunker yang tersembunyi di dalam sekolah yang berisi narkoba dan senjata api laras panjang. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan tanggung jawab terkait temuan tersebut.
Hingga saat ini, pihak pengurus yayasan yang baru tidak mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut sebelum ruangan penyimpanan berhasil dibuka. Mereka juga tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas penyimpanan barang-barang tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan lingkungan sekolah dan pengelolaan inventaris yang tidak transparan. Penyelidikan lanjutan diharapkan dapat memberikan kejelasan dan tindak lanjut hukum yang tepat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









