Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN dan Percepat Merger PT PP dan Adhi Karya Tahun Ini

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN dan Percepat Merger PT PP dan Adhi Karya Tahun Ini

Suara Pecari – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius untuk menutup sebanyak 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun 2026 sebagai langkah efisiensi anggaran negara. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya rasionalisasi yang menyasar BUMN yang dianggap tidak menguntungkan dan berkinerja buruk.

Target Penutupan 700 BUMN dan Efisiensi Anggaran

Pemerintah telah melikuidasi sekitar 290 BUMN yang tidak produktif dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo, yang berhasil menghemat anggaran negara sebesar Rp 50 triliun. Dengan penutupan BUMN berskala besar selanjutnya, jumlah BUMN diperkirakan akan menyusut drastis menjadi hanya sekitar 200 hingga 250 entitas yang sehat secara finansial dan operasional.

Langkah ini diestimasi dapat mengurangi pengeluaran rutin negara hingga Rp 100 triliun, terutama dari pengeluaran gaji untuk direksi dan komisaris BUMN. Dana hasil penghematan tersebut akan dialokasikan untuk program jaring pengaman sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Percepatan Merger PT PP dan Adhi Karya

Selain penutupan BUMN, Danantara mempercepat proses konsolidasi besar-besaran di sektor infrastruktur melalui penggabungan PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang dijadwalkan selesai pada kuartal keempat tahun ini.

Program ini merupakan bagian dari pengintegrasian tujuh BUMN Karya utama, termasuk Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya, menjadi tiga entitas yang bertahan. Tujuannya adalah menyehatkan sektor konstruksi yang menghadapi tekanan likuiditas dan beban utang tinggi.

Meski proses merger sempat tertunda dari target awal pada Juni 2026 karena kompleksitas restrukturisasi utang, Danantara memastikan bahwa proses integrasi berjalan lancar tanpa menimbulkan pemutusan hubungan kerja massal bagi karyawan.

Konteks dan Dampak Kebijakan

Restrukturisasi BUMN ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan pelat merah. Dengan pengurangan jumlah BUMN yang tidak produktif dan konsolidasi BUMN Karya, diharapkan kinerja BUMN dapat lebih fokus pada sektor strategis dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi beban fiskal negara serta memperkuat program sosial yang mendukung masyarakat secara langsung.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *