Polisi Tegaskan Hoaks Video Brimob Kawal Rombongan GRIB Jaya Saat Kerusuhan di Slipi
Suara Pecari, Jakarta – Polda Metro Jaya secara tegas membantah video viral yang memperlihatkan iring-iringan kendaraan Brimob mengawal rombongan massa yang diduga dari ormas GRIB Jaya saat kerusuhan di kawasan Slipi, Jakarta Barat, 27 Agustus 2026. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa narasi tersebut merupakan hoaks dan menyesatkan.
Dalam video yang beredar, terlihat kendaraan Brimob mendampingi sejumlah truk yang membawa massa di jalan tol, memicu spekulasi bahwa Brimob memberikan pengawalan khusus. Namun, Budi Hermanto menegaskan bahwa kendaraan Brimob tersebut hanya sedang melaksanakan patroli dan memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bukan mengawal massa.
Kontroversi Penggunaan Jalan Tol oleh Rombongan GRIB Jaya
Selain itu, viralnya video truk terbuka yang mengangkut rombongan diduga dari GRIB Jaya bersama sejumlah pemotor masuk ke jalan tol saat aksi demo menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan di jalan tol. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memberikan klarifikasi bahwa pengelolaan lalu lintas selama aksi unjuk rasa dilakukan dengan fokus menjaga keamanan dan kelancaran layanan jalan tol sesuai kondisi di lapangan.
Namun, Jasa Marga belum memberikan penjelasan rinci mengenai izin atau pengaturan khusus terkait rombongan tersebut yang dapat memasuki akses jalan tol, sehingga hal ini masih menjadi perhatian publik dan pengawas jalan tol.
Peran dan Klarifikasi Ormas GRIB Jaya
Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang dipimpin oleh Hercules Rosario Marshal juga menjadi sorotan setelah truk massa mereka dirusak dalam kerusuhan di Slipi. Hercules dan anggota GRIB hadir di lokasi untuk memantau dan menjaga kondusivitas, bukan untuk memprovokasi atau terlibat bentrokan, sebagaimana diklarifikasi oleh Divisi Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling.
Lebih lanjut, DPP GRIB Jaya tengah menyiapkan langkah hukum untuk menanggapi tuduhan yang mengaitkan ormas tersebut dengan insiden kekerasan di Pejompongan, Jakarta Pusat. Wilson menyebut berbagai tuduhan tersebut merupakan framing menyesatkan yang merugikan kredibilitas GRIB Jaya dan menegaskan tidak ada keterlibatan anggotanya dalam peristiwa tersebut.
Konteks dan Dampak
Isu yang berkembang terkait keterlibatan Brimob dan GRIB Jaya dalam kerusuhan di Slipi memicu kekhawatiran masyarakat akan penyebaran informasi hoaks yang dapat memperkeruh situasi keamanan. Polda Metro Jaya meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi agar tidak terjebak dalam misinformasi.
Kasus ini juga membuka diskusi mengenai pengawasan akses jalan tol dan penegakan aturan keselamatan lalu lintas, khususnya pada kondisi demo dan kerusuhan yang melibatkan kendaraan bermotor dan massa.
Dengan penegasan polisi dan klarifikasi dari pihak terkait, diharapkan situasi keamanan di wilayah Jakarta tetap kondusif dan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










