Jepang Kirim 600 Pasukan dan 3 Helikopter Chinook Bantu Atasi Kebakaran Hutan di Kalimantan

Jepang Kirim 600 Pasukan dan 3 Helikopter Chinook Bantu Atasi Kebakaran Hutan di Kalimantan

Suara PecariJepang telah mengerahkan sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Darat (JGSDF) dan tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan, Indonesia. Ini merupakan operasi pemadaman kebakaran pertama yang dilakukan oleh pasukan Jepang di luar negeri.

Pengiriman armada dan personel ini dipimpin oleh kapal pendarat tank JS Kunisaki yang berangkat dari pelabuhan di Prefektur Hiroshima. Menurut Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, helikopter Chinook akan digunakan untuk melakukan water bombing dan mendukung distribusi logistik serta personel ke lokasi-lokasi sulit terdampak kebakaran.

Spesifikasi Helikopter CH-47 Chinook

Helikopter CH-47 Chinook yang dikerahkan memiliki kapasitas angkut air hingga 5.000 liter dalam sekali angkut dan mampu membawa hingga 55 personel. Dengan desain tandem rotor yang ikonik, helikopter ini memiliki stabilitas tinggi saat membawa beban berat, termasuk kantong air Bambi Bucket untuk operasi pemadaman udara.

Varian yang digunakan Jepang, CH-47JA, memiliki panjang lebih dari 30 meter dengan bobot lepas landas maksimum mencapai 22,68 ton. Ditenagai oleh dua mesin turboshaft T55-K-712, helikopter ini mampu mencapai kecepatan jelajah 260 kilometer per jam dan daya jangkau operasional hingga 1.040 kilometer, memungkinkan akses ke daerah pedalaman Kalimantan tanpa sering mengisi bahan bakar.

Kerja Sama Bilateral dalam Penanggulangan Karhutla

Pengiriman bantuan ini merupakan hasil kerja sama bilateral yang erat antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Jepang, yang didasari oleh perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada Mei 2026. Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa bantuan dari Jepang menjadi bagian dari upaya bersama negara sahabat dalam mengatasi karhutla yang menjadi krisis lingkungan serius.

Selain dukungan dari Jepang, upaya nasional Indonesia melibatkan lebih dari 10.700 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan, serta penggunaan pesawat modifikasi cuaca dan beberapa helikopter untuk patroli dan pemadaman.

Dampak dan Harapan

Dengan kehadiran helikopter Chinook dan personel Jepang, diharapkan efektivitas pemadaman titik api di wilayah pedalaman Kalimantan meningkat secara signifikan. Kapasitas angkut personel dan logistik yang besar mempercepat penempatan tim pemadam di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, serta memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan yang selama ini terkendala akses dan sumber daya.

Langkah ini juga mencerminkan penguatan kerja sama pertahanan dan solidaritas internasional dalam menghadapi bencana lingkungan yang berdampak luas bagi Indonesia dan kawasan.

Upaya bersama ini diharapkan dapat mencegah perluasan kerusakan lebih lanjut dan mendukung pemulihan lingkungan yang terdampak kebakaran hutan di Kalimantan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *