6.500 Eks Anggota JI Berkumpul di Solo, Kapolri Tekankan Komitmen Kembali ke NKRI

6.500 Eks Anggota JI Berkumpul di Solo, Kapolri Tekankan Komitmen Kembali ke NKRI

Suara Pecari, Solo – Sekitar 6.500 mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta berkumpul dalam Silaturahmi Akbar Garda Satya NKRI di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (30/8/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memberikan pesan penting mengenai komitmen mereka untuk kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolri menyambut baik keputusan para mantan anggota JI yang telah menyatakan kembali ke NKRI dan menegaskan perlunya kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Kapolri, kesadaran kebangsaan yang muncul dari kalangan eks anggota JI harus diwujudkan melalui peran positif sesuai kemampuan masing-masing, seperti di bidang kewirausahaan, ekonomi, dakwah, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Kesadaran dan Komitmen Kembali ke NKRI

Mantan Amir Jamaah Islamiyah, Ustaz Para Wijayanto, menegaskan bahwa keputusan pembubaran diri dan kembali ke NKRI bukan karena tekanan, melainkan hasil perubahan metode penanganan terorisme yang melibatkan musyawarah dan kesadaran internal. Saat ini, sebanyak 7.942 eks anggota JI di 28 provinsi telah mengikuti program pembinaan dan reintegrasi sosial yang dikawal oleh Polri.

Para Wijayanto juga mengungkapkan bahwa mantan anggota JI kini tergabung dalam Garda Satya NKRI, sebuah wadah untuk melanjutkan proses reintegrasi sosial dan berkontribusi positif di masyarakat. Mereka ingin memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia dengan mengembangkan kemampuan yang dimiliki di berbagai bidang.

Peran Garda Satya NKRI dan Dukungan Polri

Garda Satya NKRI menjadi sarana bagi para mantan anggota JI dan simpatisan yang telah berkomitmen kepada NKRI. Kapolri menyampaikan bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan yang mengancam bangsa serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri, melalui Densus 88 Anti-teror, mengawal program pembinaan dan pelatihan kemandirian ekonomi untuk memastikan eks anggota JI dapat kembali berintegrasi dengan baik.

Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81, yang menegaskan semangat kebangsaan dan persatuan di tengah masyarakat. Komandan Densus 88 Irjen Sentot Prasetyo menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung proses reintegrasi agar seluruh mantan anggota JI setia pada ideologi Pancasila.

Kontribusi Positif untuk Bangsa

Para eks anggota JI yang kini tergabung dalam Garda Satya NKRI memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk kemajuan bangsa, mulai dari kewirausahaan, ekonomi, dakwah, hingga kegiatan sosial kemanusiaan. Kesadaran dan komitmen mereka menjadi modal penting dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dengan adanya dukungan dari Polri dan instansi terkait, proses reintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman dan tantangan.

Peristiwa ini menunjukkan langkah positif dalam penanganan terorisme dan upaya membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perubahan dapat terjadi melalui dialog, musyawarah, dan kesadaran bersama.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *