Isak Tangis Orangtua Iringi Kepergian PMI Jembrana Bali, Komang Tedy Tinggalkan Kenangan Manis

Isak Tangis Orangtua Iringi Kepergian PMI Jembrana Bali, Komang Tedy Tinggalkan Kenangan Manis

Suara Pecari, Jembrana – Isak tangis mengiringi kepergian I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, PMI asal Jembrana, Bali, yang meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Guyana, Amerika Selatan. Orangtuanya, I Wayan Biantara (55) dan Ni Luh Manik (51), tidak mampu menahan kesedihan saat ditemui di rumah mereka di Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin, 31 Agustus 2026.

Komang Tedy, 24 tahun, adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga dan menjadi harapan besar untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam karena Tedy dikenal sebagai sosok yang periang, ramah, dan pintar bergaul. Sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, Tedy sempat menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti meminta ayahnya mencukur rambutnya, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Ia juga sempat sujud di kaki orangtuanya untuk memohon maaf.

Perjalanan dan Kejadian

Komang Tedy diberangkatkan oleh keluarganya menuju Denpasar pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebelum berangkat ke Guyana untuk bekerja. Namun, dalam perjalanan di negara tujuan, ia mengalami kecelakaan yang berujung fatal. Kabar meninggalnya Tedy sangat mengejutkan keluarga dan masyarakat sekitar karena harapan besar yang mereka sandarkan padanya.

Kenangan dan Harapan Keluarga

Bagi orangtua Tedy, kepergiannya tidak hanya kehilangan seorang anak, tetapi juga harapan akan masa depan keluarga yang lebih baik. Tedy menjadi simbol perjuangan keluarga untuk meningkatkan taraf hidup dan meneruskan keturunan. Kenangan manis dan sikap baik Tedy selalu diingat oleh orang-orang yang mengenalnya.

Keluarga saat ini tengah menunggu proses pemulangan jenazah dan memastikan hak-hak yang menjadi kewajiban pihak terkait terpenuhi. Meski duka menyelimuti, kenangan tentang Komang Tedy tetap hidup di hati keluarga dan masyarakat Jembrana.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *