Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Turun

Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Turun

Suara PecariHarga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis pagi sebagai respons atas meredanya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dari kawasan Timur Tengah.

Kontrak minyak Brent turun menjadi 95,2 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah ke level 90,77 dolar AS per barel. Penurunan harga ini mengikuti fluktuasi tajam pada sesi sebelumnya, yang sempat membawa harga minyak mencapai level tertinggi sejak akhir Juli.

Meredanya Konflik Militer

Situasi mereda setelah tidak adanya serangan militer susulan sejak Rabu siang, yang membuat pasar mulai kembali tenang. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer terhadap sasaran sistem radar dan rudal Iran di Selat Hormuz berhasil menghancurkan fasilitas pertahanan musuh dan tidak akan berlangsung lama. Namun, pihak AS tetap siap untuk melakukan tindakan militer kapan saja jika diperlukan.

Dampak pada Jalur Pelayaran dan Pasokan Minyak

Meski ketegangan mereda, gangguan pada jalur logistik di Selat Hormuz masih terjadi. Data pelayaran mencatat bahwa hanya empat kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada Rabu, jauh di bawah rata-rata harian sebanyak 13 kapal. Sementara itu, pemerintah Iran memperketat aturan pelayaran dengan memperluas daftar kapal asing yang berpotensi dikenakan sanksi jika tetap melintasi jalur tersebut secara ilegal.

Konteks Ketegangan AS-Iran

Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung selama berbulan-bulan, dengan eskalasi terbaru terjadi setelah serangan militer AS terhadap fasilitas militer Iran dan balasan serangan Iran ke sekutu AS di kawasan Teluk. Ketegangan ini sempat menyebabkan harga minyak melonjak hingga mendekati 100 dolar AS per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari jalur strategis Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak global.

Analis strategi menilai bahwa Iran berusaha menanamkan ketidakpastian di pasar energi sebagai respons terhadap upaya AS menenangkan pasar. Namun, indikasi meredanya ketegangan memberi ruang bagi stabilisasi harga minyak dalam jangka pendek.

Dampak Global

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia, dengan lebih dari 17 juta barel minyak melintasinya setiap hari sebelum konflik berlangsung. Gangguan di jalur ini berdampak langsung pada harga minyak global, yang dapat memengaruhi biaya energi, transportasi, inflasi, dan perekonomian global secara keseluruhan.

Para pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah karena setiap eskalasi dapat kembali meningkatkan ketidakpastian dan harga minyak di pasar dunia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *