BGN Ikuti Sekolah yang Libur karena Karhutla, Tak Paksa MBG Tetap Jalan
Suara Pecari – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan mengikuti keputusan pemerintah daerah terkait kebijakan belajar mengajar. BGN tidak memaksa sekolah tetap beroperasi jika pemerintah daerah memutuskan untuk meliburkan sekolah demi keselamatan siswa.
Kebijakan Libur Sekolah Mengikuti Pemerintah Daerah
Sudaryono menjelaskan bahwa kebijakan meliburkan sekolah selama karhutla merupakan kewenangan pemerintah daerah dan berbeda berdasarkan jenjang pendidikan. Misalnya, SMA berada di bawah wewenang gubernur, sedangkan SD dan SMP di bawah bupati. Oleh karena itu, apabila pemerintah daerah menetapkan sekolah libur, maka pelaksanaan MBG juga akan disesuaikan dan tidak dipaksakan untuk tetap berjalan.
Penyesuaian Penyaluran MBG Saat Sekolah Libur
BGN tidak akan meminta siswa untuk tetap masuk sekolah demi memastikan program MBG berjalan. Sudaryono menegaskan bahwa keselamatan dan kebijakan dari pemerintah daerah menjadi prioritas utama. Ketika sekolah diliburkan, pelaksanaan MBG juga mengikuti keputusan tersebut.
Pengambilan Makanan MBG Saat Sekolah Libur
Isu mengenai siswa atau orang tua yang harus mengambil makanan MBG ketika sekolah diliburkan muncul karena pengumuman libur sekolah terkadang keluar setelah proses persiapan makanan MBG sudah berjalan. Sudaryono menjelaskan, dapur MBG telah membeli bahan baku dan memulai proses memasak sebelum keputusan libur diumumkan, sehingga makanan yang telah dipersiapkan tetap harus disalurkan pada hari itu.
“Sudah beli bahan baku, sudah dicacah, sudah persiapan, sehingga harus dimasak dan kemudian di hari itu diambil. Besoknya sudah tidak ada lagi,” ujar Sudaryono.
Konteks dan Dampak Kebijakan BGN
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah seperti Kalimantan dan Sumatera mempengaruhi aktivitas belajar mengajar di sekolah. Kebijakan pemerintah daerah yang meliburkan sekolah menjadi langkah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa dari dampak buruk asap karhutla.
Dengan mengikuti kebijakan ini, BGN memastikan program MBG tetap berjalan secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan kondisi darurat yang dihadapi oleh masyarakat dan siswa di daerah terdampak. Penyesuaian ini juga menunjukkan koordinasi yang baik antara BGN dan pemerintah daerah dalam menjalankan program sosial penting tersebut.
Penutup
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di masa darurat karhutla menyesuaikan dengan keputusan pemerintah daerah terkait libur sekolah. BGN tidak memaksa sekolah tetap buka demi program MBG, melainkan mengutamakan keselamatan siswa dan mengikuti kebijakan resmi yang ada. Hal ini menjadi bentuk respons yang adaptif dan bertanggung jawab terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










