IDAI Peringatkan Ancaman Heatstroke pada Jemaah Haji di Tengah Cuaca Ekstrem Arab Saudi

IDAI Peringatkan Ancaman Heatstroke pada Jemaah Haji di Tengah Cuaca Ekstrem Arab Saudi

Suara Pecari | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman heatstroke atau serangan panas yang dapat mengancam jiwa jemaah haji Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem di Arab Saudi yang menyebabkan suhu tubuh melonjak drastis hingga gagal berfungsi normal.

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, Darmawan Budi Setyanto, menjelaskan bahwa heatstroke terjadi ketika mekanisme pengaturan suhu tubuh tidak mampu mengimbangi paparan panas berlebih. Dalam keadaan normal, tubuh memiliki termostat yang menjaga suhu antara 36 hingga 37 derajat Celsius.

Namun saat berada di lingkungan bersuhu sangat tinggi seperti di Arab Saudi, panas dari luar sulit dilepaskan sehingga suhu internal meningkat cepat. Darmawan menyatakan bahwa suhu tubuh bisa naik melebihi 40 derajat Celsius, disertai kulit panas dan kering karena hilangnya kemampuan berkeringat.

Baca juga:

Kondisi ini berbeda dengan sengatan panas biasa karena heatstroke dapat menimbulkan kerusakan organ vital, termasuk otak. Jika tidak segera ditangani, serangan panas ini bisa menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, hingga gangguan fungsi pernapasan yang cepat dan dangkal.

Darmawan mengingatkan bahwa lonjakan suhu yang ekstrem juga memicu kegagalan sistem saraf pusat. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan medis segera untuk mencegah dampak fatal pada jemaah haji.

Peringatan ini muncul menjelang musim haji ketika jutaan jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan berkumpul di Arab Saudi. Cuaca di wilayah tersebut sering kali mencapai suhu sangat tinggi pada siang hari, terutama saat musim panas.

Baca juga:

Oleh karena itu, IDAI mendorong pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan edukasi bagi jemaah haji mengenai risiko heatstroke. Langkah pencegahan sederhana seperti menghindari aktivitas di luar ruangan saat puncak panas, minum air cukup, dan menggunakan pelindung diri sangat dianjurkan.

Darmawan juga mengingatkan bahwa kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak harus mendapat perhatian ekstra karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka lebih rapuh. Meskipun heatstroke bisa menyerang siapa saja, faktor usia dan kondisi kesehatan sebelumnya meningkatkan risiko komplikasi.

Lebih lanjut, IDAI menyoroti bahwa perubahan iklim global memperparah ancaman ini karena frekuensi dan intensitas gelombang panas semakin meningkat. Tanpa penanganan yang tepat, kasus heatstroke pada jemaah haji berpotensi menimbulkan korban jiwa yang tidak perlu.

Baca juga:

Heatstroke adalah kondisi darurat medis yang memerlukan pendinginan tubuh secepat mungkin dan perawatan intensif. Penundaan penanganan hanya akan memperburuk kerusakan sel dan jaringan, terutama pada otak dan ginjal.

Dalam konferensi pers daring, Darmawan kembali mengingatkan bahwa tanda awal heatstroke meliputi pusing, sakit kepala, mual, dan kebingungan. Masyarakat diimbau untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala tersebut saat beraktivitas di cuaca panas.

IDAI berharap pemerintah Indonesia dan otoritas haji dapat mengintegrasikan peringatan ini dalam prosedur standar pelayanan jemaah. Edukasi berkelanjutan dan fasilitas kesehatan yang memadai di Arab Saudi menjadi kunci mengurangi risiko heatstroke.

Baca juga:

Ancaman heatstroke pada jemaah haji bukanlah hal baru, tetapi perlu diwaspadai karena dapat muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Dengan persiapan yang matang, risiko kematian akibat serangan panas bisa ditekan seminimal mungkin.

Para jemaah disarankan untuk selalu memantau kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri saat beribadah di tengah suhu ekstrem. Mengingat pentingnya kesehatan fisik selama menjalankan rukun Islam kelima, kesadaran individu menjadi faktor penentu utama.

Kondisi cuaca yang tidak menentu di Arab Saudi menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak. IDAI berharap peringatan ini dapat menyelamatkan nyawa banyak jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan