Cegah Penyakit Kronis, Komisi IX DPR Tekankan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Cegah Penyakit Kronis, Komisi IX DPR Tekankan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Suara Pecari | Kota Bekasi – Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah krusial dalam mencegah timbulnya penyakit kronis. Pernyataan ini disampaikannya saat menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kota Bekasi pada Jumat, 12 Juni 2026. Sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai kalangan ini menjadi momentum bagi Nuroji untuk mengingatkan kembali pentingnya deteksi dini sebagai upaya preventif.

Menurut data Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi kini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Ironisnya, banyak penderita baru menyadari kondisi mereka setelah penyakit mencapai stadium lanjut. Nuroji menyoroti fenomena ini sebagai akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pemeriksaan Kesehatan: Kunci Mencegah Penyakit Kronis

Nuroji menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari upaya preventif. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemeriksaan kesehatan memungkinkan kita mendeteksi faktor risiko sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih murah,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.

Ia memaparkan bahwa banyak penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner dan stroke seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah kritis, yang pada akhirnya membutuhkan biaya pengobatan yang jauh lebih besar. “Bayangkan, biaya perawatan penyakit jantung bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sementara pemeriksaan kesehatan rutin di puskesmas hanya membutuhkan biaya yang sangat terjangkau, bahkan gratis,” tambah Nuroji.

Manfaatkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

Untuk mendorong masyarakat agar lebih proaktif, pemerintah telah meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dapat diakses di seluruh Puskesmas di Indonesia. Program ini mencakup skrining untuk berbagai penyakit, termasuk hipertensi, diabetes, kolesterol, dan beberapa jenis kanker. Nuroji mengajak warga Kota Bekasi dan sekitarnya untuk memanfaatkan fasilitas ini.

“Pemerintah sudah menyediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas. Itu bisa masyarakat manfaatkan. Jangan tunggu sakit baru periksa,” tegasnya. Program PKG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan menekan angka kesakitan akibat PTM.

Pola Hidup Sehat: Investasi Jangka Panjang

Selain pemeriksaan kesehatan, Nuroji juga menekankan pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan primer. Ia mengingatkan bahwa Germas tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga pilar utama Germas yang disorot adalah rajin berolahraga, istirahat cukup, dan menjaga pola makan.

  • Olahraga teratur: Minimal 30 menit setiap hari, seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam aerobik, dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30%.
  • Istirahat cukup: Tidur 7-8 jam per malam membantu memulihkan fungsi tubuh dan menjaga keseimbangan hormon.
  • Pola makan sehat: Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan sumber protein rendah lemak, serta kurangi gula, garam, dan lemak jenuh.

Nuroji secara khusus memberikan penekanan pada aspek pola makan. “Jaga pola makan sehari-hari karena banyak penyakit itu muncul dari makanan. Makanya kita harus lebih memperhatikan betul makanan kita sehari-hari,” ujarnya. Ia mencontohkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat memicu diabetes, sementara makanan tinggi garam berkontribusi pada hipertensi yang berujung pada stroke dan penyakit jantung.

Dampak Defisit BPJS Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Nuroji juga menyoroti kondisi defisit yang dialami BPJS Kesehatan. Menurutnya, salah satu penyebab defisit adalah tingginya biaya pengobatan penyakit kronis yang seharusnya bisa dicegah. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, defisit BPJS Kesehatan mencapai lebih dari Rp 10 triliun, dan sebagian besar klaim berasal dari penyakit katastropik seperti jantung, stroke, dan kanker.

“Saat ini BPJS Kesehatan mengalami defisit karena banyak orang sakit. Makanya untuk menekan biaya kesehatan secara nasional, kita perlu menjalankan pola hidup sehat,” jelas Nuroji. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin, masyarakat tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.

Germas: Sinergi DPR dan Kementerian Kesehatan

Sosialisasi Germas ini merupakan program kemitraan antara Komisi IX DPR RI dan Kementerian Kesehatan. Kegiatan yang digelar di Kota Bekasi ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan ibu-ibu PKK, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan stakeholder di bidang kesehatan. Tujuannya adalah menyebarluaskan informasi tentang pentingnya hidup sehat dan mendorong perubahan perilaku di tingkat akar rumput.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa pemeriksaan kesehatan gratis tersedia di puskesmas. Seorang peserta, Siti (45), mengungkapkan, “Saya selama ini jarang periksa karena mikirnya mahal. Ternyata ada program gratis. Saya akan ajak keluarga untuk periksa rutin.”

Data dan Fakta: Angka Penyakit Kronis di Indonesia

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah data prevalensi penyakit kronis di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru:

Jenis PenyakitPrevalensi (2023)Tren
Hipertensi34,1%Meningkat
Diabetes Melitus10,9%Meningkat
Penyakit Jantung1,5%Stabil
Stroke0,7%Meningkat

Data di atas menunjukkan bahwa hipertensi dan diabetes masih menjadi masalah kesehatan utama yang perlu mendapat perhatian serius. Pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mengendalikan faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Langkah Konkret yang Bisa Dilakukan Masyarakat

Untuk memudahkan masyarakat, berikut adalah langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Kunjungi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Program ini tersedia setiap hari kerja.
  2. Lakukan skrining minimal setahun sekali untuk mengetahui tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh.
  3. Ikuti kelas edukasi Germas yang biasanya diadakan oleh puskesmas atau kader kesehatan di lingkungan masing-masing.
  4. Terapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur, istirahat cukup, dan pola makan seimbang.
  5. Biasakan minum air putih minimal 8 gelas sehari dan hindari minuman manis.

Nuroji berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pola hidup sehat. “Kesehatan adalah investasi. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa produktif dan berkontribusi lebih bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” pungkasnya.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, seringkali kita lupa bahwa kesehatan adalah aset paling berharga. Pemeriksaan kesehatan rutin dan pola hidup sehat bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan. Melalui program Germas dan PKG, pemerintah telah menyediakan akses yang mudah dan murah. Kini, tinggal kesadaran dan kemauan kita sendiri untuk memanfaatkannya. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan