Alasan Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di RSCM, Kemenkes Jelaskan Keterbatasan Ruang HCU
Suara Pecari, Jakarta – Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang viral karena mengeluhkan penantian selama delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), diketahui menunggu kamar High Care Unit (HCU) yang jumlahnya terbatas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas dan sifat penyakit pasien.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyatakan bahwa Yurizal mengalami penyakit dengan keganasan yang membutuhkan perawatan khusus sehingga tidak dapat digabungkan dengan pasien lain di ruang rawat biasa. Oleh karena itu, penempatan di HCU menjadi pilihan utama, namun ruang tersebut sangat terbatas di RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional.
Faktor Keterbatasan Ruang HCU di RSCM
RSCM sebagai pusat layanan kesehatan nasional sering menghadapi tingkat keterisian yang tinggi, terutama untuk ruang perawatan intensif seperti HCU. Azhar menjelaskan, ketersediaan kamar HCU yang terbatas membuat pasien dengan kondisi kritis seperti Yurizal harus menunggu hingga ruang tersedia.
Penjelasan ini disampaikan setelah unggahan Yurizal di media sosial yang viral, di mana ia mengeluhkan belum mendapat ruang perawatan setelah menunggu delapan jam dan menyinggung statusnya sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Respons dan Dampak Sosial
Unggahan tersebut memicu berbagai komentar, termasuk dari sejumlah tenaga kesehatan. Sayangnya, beberapa komentar dinilai tidak berempati dan memicu kontroversi, terlebih setelah diketahui Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, sembilan hari setelah unggahan tersebut.
Salah satu komentar yang mendapat sorotan adalah dari seorang dokter di Nusa Tenggara Timur yang menyarankan ruang jenazah sebagai tempat penanganan alternatif. Komentar ini mendapatkan kecaman luas dan berujung pada permintaan maaf terbuka dari yang bersangkutan serta tindakan pembinaan oleh institusi terkait.
Kondisi Pasien dan Keluarga
Kemenkes menegaskan bahwa pihak keluarga Yurizal telah memahami kondisi dan penjelasan terkait keterbatasan fasilitas di RSCM. Pelayanan yang diberikan dianggap sudah sesuai dengan kondisi yang ada, dan masalah utama lebih disebabkan oleh keterbatasan ruang HCU dan penyakit pasien yang membutuhkan perawatan khusus.
Kasus ini menjadi sorotan publik sebagai gambaran tantangan dalam pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS, khususnya terkait fasilitas intensif dan sikap tenaga kesehatan di media sosial.
Situasi ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas fasilitas perawatan intensif dan komunikasi yang lebih empatik dari tenaga kesehatan dalam menghadapi pasien serta keluarganya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









