Pemerintah Bangun 2 Rumah Sakit Lapangan untuk Tangani Korban Gempa NTT
Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun dua rumah sakit lapangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai upaya mempercepat penanganan medis bagi korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut.
Lokasi dan Tujuan Pembangunan Rumah Sakit Lapangan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa dua rumah sakit lapangan akan ditempatkan di Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Reo. Pembangunan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat layanan medis di daerah terdampak gempa yang mengalami kerusakan signifikan.
“Satu rumah sakit lapangan akan berada di Manggarai dan satu lagi di Reo. Kami menargetkan pembangunan dan pengoperasian segera dimulai,” ujar Suharyanto pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.
Dampak Gempa dan Kondisi Korban
Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 memicu lebih dari 995 kali gempa susulan, dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Gempa ini berdampak pada enam kabupaten di Pulau Flores, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo.
Sampai malam hari pada tanggal 16 Agustus, tercatat 53 korban meninggal dunia dengan rincian:
- 25 orang di Manggarai
- 20 orang di Manggarai Timur
- 4 orang di Sikka
- 2 orang di Ende
- 1 orang di Manggarai Barat
- 1 orang di Nagekeo
Pemerintah juga berencana segera memasuki Pulau Palu di Kabupaten Sikka setelah adanya laporan tambahan korban, dengan harapan kebutuhan logistik dan medis dapat segera terpenuhi di wilayah tersebut.
Posko dan Dukungan Logistik
BNPB telah membentuk beberapa posko untuk koordinasi penanganan bencana, yaitu:
- Posko Nasional di Halim Perdanakusuma
- Posko Utama di Labuan Bajo
- Posko Taktis di Maumere
Posko Labuan Bajo melayani empat kabupaten: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, sedangkan Posko Maumere melayani Sikka, Nagekeo, dan Ende. Pemilihan lokasi posko didasarkan pada keberadaan bandara yang dapat didarati pesawat berukuran besar untuk memperlancar distribusi logistik.
Untuk mendukung distribusi logistik, BNPB mengerahkan pesawat jenis Caravan dan mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dengan lima pesawat di Labuan Bajo dan lima di Maumere.
Prognosa dan Tantangan Penanganan
Kepala BNPB Suharyanto mengingatkan bahwa aktivitas gempa masih berlangsung dan diperkirakan baru akan stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan berdasarkan informasi dari BMKG. Hal ini menimbulkan tantangan dalam penanganan korban dan distribusi bantuan.
“Kami masih merasakan guncangan beberapa kali dan aktivitas gempa masih terus berlangsung. Kondisi ini mengharuskan kami untuk terus waspada dan menyiapkan langkah penanganan secara berkelanjutan,” tambah Suharyanto.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










