Daftar Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT, Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan dan Targetkan Pemulihan 1-2 Pekan

Daftar Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT, Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan dan Targetkan Pemulihan 1-2 Pekan

Suara Pecari, NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menimbulkan dampak signifikan pada fasilitas kesehatan dan infrastruktur di wilayah tersebut. Pemerintah bergerak cepat dengan menyiapkan rumah sakit lapangan dan menargetkan pemulihan layanan kesehatan utama dalam waktu satu hingga dua pekan.

Gempa tersebut memengaruhi 21 rumah sakit di delapan kabupaten/kota di NTT. Dari jumlah ini, 16 rumah sakit masih beroperasi penuh, empat beroperasi sebagian, dan satu rumah sakit belum dapat beroperasi. Kerusakan yang tercatat meliputi tiga rumah sakit rusak berat dan enam lainnya rusak ringan. Kerusakan pada fasilitas kesehatan menjadi perhatian utama karena layanan medis esensial seperti operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa harus tetap berjalan untuk menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Persiapan Rumah Sakit Lapangan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis dengan membangun dua rumah sakit lapangan, yang akan ditempatkan di Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Reo. Langkah ini bertujuan mempercepat penanganan medis bagi korban gempa yang tersebar di wilayah terdampak, terutama di daerah dengan akses terbatas.

Selain itu, BNPB juga memanfaatkan jalur laut untuk mendistribusikan bantuan ke pulau-pulau terluar seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka, memastikan bahwa warga di wilayah yang terisolasi tetap mendapatkan logistik dan pelayanan dasar secara cepat dan merata.

Dampak Gempa dan Kondisi Korban

Gempa yang terjadi juga menyebabkan kerusakan pada 228 rumah dan 60 fasilitas umum di Kabupaten Sikka. Kerusakan fasilitas umum meliputi bangunan pemerintah, fasilitas kesehatan, pendidikan, ruas jalan, dan rumah ibadah. Kerusakan terbesar ditemukan di Kecamatan Palue dengan 141 rumah rusak.

Sampai saat ini, tercatat 53 korban meninggal dunia dan 135 orang luka-luka yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan sekitar. Pemerintah terus melakukan pendataan dan pemutakhiran data korban dan kerusakan serta menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Wakil Menteri Sosial bersama sejumlah pejabat kementerian dan lembaga telah turun langsung ke wilayah terdampak guna mengambil langkah darurat yang diperlukan. Pemerintah pusat memastikan ketersediaan logistik, termasuk kebutuhan pangan, BBM, listrik, dan komunikasi.

Kementerian Sosial telah mengirimkan 48 ton beras untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, BNPB menyediakan perlengkapan penampungan darurat seperti tenda keluarga, kasur lipat, selimut, tikar, serta paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya untuk korban gempa.

Target Pemulihan Layanan Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemulihan layanan kesehatan menjadi prioritas utama. Kemenkes menargetkan fasilitas kesehatan terdampak dapat kembali beroperasi secara bertahap dalam satu hingga dua pekan ke depan. Fokus pemulihan diarahkan pada layanan esensial agar tetap dapat melayani kebutuhan medis darurat masyarakat, terutama kasus trauma dan perawatan ibu dan anak.

Upaya kolaborasi antara BNPB, Kemenkes, Kementerian Sosial, dan instansi terkait terus dilakukan demi memastikan penanganan korban dan pemulihan fasilitas berjalan optimal. Penyaluran bantuan dan pembangunan rumah sakit lapangan menjadi bagian penting dalam strategi mengatasi dampak bencana ini.

Situasi gempa di NTT ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam untuk meminimalisir korban dan kerusakan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam proses pemulihan dan rehabilitasi pasca gempa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *