Kisah Isnawati Terima Rp 247 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan usai Suami Meninggal
Suara Pecari, Kalimantan Selatan – Isnawati menerima manfaat jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp247.207.920 setelah suaminya meninggal dunia secara tiba-tiba akibat serangan jantung. Bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Pondok Pesantren Al Falah Putera, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Manfaat Jaminan Sosial untuk Kehidupan Isnawati dan Anak-anak
<pSetelah kepergian suaminya, Isnawati harus membesarkan lima anak seorang diri. Manfaat jaminan sosial yang diterimanya terdiri dari jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta beasiswa pendidikan untuk anak-anaknya. Isnawati mengaku bersyukur karena beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu membiayai pendidikan dua anaknya yang bersekolah di Pondok Pesantren Al Falah Putera.
Beasiswa tersebut diberikan secara bertahap dan digunakan untuk membayar kebutuhan pendidikan seperti SPP, infaq, dan daftar ulang. Isnawati menyatakan, “Alhamdulillah bisa bayar uang sekolah dari itu. Karena itu kan beasiswa ya, jadi dikeluarkannya bertahap nggak langsung semuanya. Tapi alhamdulillah buat bayar SPP, infak daftar ulang tiap tahun. Lumayanlah.”
Latar Belakang dan Kondisi Keluarga Isnawati
Suami Isnawati sebelumnya bekerja sebagai staf administrasi di PT Citra Utama dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui perusahaan tempatnya bekerja. Isnawati menceritakan bahwa suaminya sempat mengalami gangguan pernapasan selama kabut asap melanda wilayah Banjarbaru, dengan gejala pilek dan ISPA yang berulang kali. Namun, Isnawati tidak memastikan apakah kondisi tersebut berhubungan dengan kematian suaminya.
Suaminya meninggal secara mendadak pada 26 Juli 2026, setelah selesai salat Zuhur dan sedang duduk di rumah. Isnawati mengenang, “Enggak sakit sebenarnya. Selesai salat zuhur, duduk di rumah sambil makan ngomong, lalu kayak pusing kepalanya. Langsung meninggal.”
Tantangan dan Harapan Isnawati
Sejak kepergian suaminya, Isnawati belum bekerja dan masih memikirkan pekerjaan yang dapat dijalani sambil mendampingi anak-anaknya yang masih bersekolah. Ia mengungkapkan, “Enggak, masih di rumah. Enggak tahu lagi nih mau jadi apa nanti. Sementara masih berpikir lagi, mau kerja apa, kan anak-anak sekolah.”
Isnawati juga menyebutkan bahwa pendidikannya hanya sampai tingkat SMP, sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari pekerjaan yang sesuai untuk menopang kebutuhan keluarganya.
Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Perlindungan Sosial
Kasus Isnawati menggambarkan pentingnya perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarganya. Manfaat jaminan kematian, hari tua, pensiun, serta beasiswa pendidikan dapat memberikan dukungan finansial saat menghadapi kondisi sulit seperti kehilangan sumber penghasilan utama keluarga.
Program ini membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, khususnya dalam aspek pendidikan anak-anak, sehingga mereka dapat melanjutkan sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










