1.300 Warga Kalsel Terdampak ISPA Imbas Karhutla, Dinkes Sebar 400 Ribu Masker
Suara Pecari, Kalimantan Selatan – Sekitar 1.300 warga di Kalimantan Selatan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah provinsi melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan lebih dari 400 ribu masker kepada warga dan relawan sebagai bentuk perlindungan dari paparan polusi udara.
Kasus ISPA Meningkat Akibat Karhutla
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menyampaikan bahwa selama sepekan terakhir terdapat peningkatan jumlah warga yang mengalami ISPA. Mayoritas penderita menjalani perawatan rawat jalan. Kasus terbanyak tercatat di tiga wilayah utama, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.
Upaya Pencegahan dan Edukasi
Selain pendistribusian masker, Dinas Kesehatan juga mengintensifkan edukasi mengenai pencegahan ISPA dan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi telah dilakukan di lebih dari 113 titik yang meliputi fasilitas kesehatan, pondok pesantren, dan perguruan tinggi.
Pendistribusian Masker
- Lebih dari 400.000 masker disalurkan kepada warga dan relawan.
- Masker bertujuan melindungi dari paparan polusi dan debu akibat kabut asap.
Siaga Tim Kesehatan
Tim kesehatan disiagakan selama 24 jam, khususnya di posko utama di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Posko ini juga didukung oleh tim siaga yang mendampingi para relawan.
Kelompok Usia yang Paling Terdampak
Data menunjukkan kelompok usia dewasa merupakan yang paling banyak terdampak ISPA, sesuai dengan kepadatan penduduk pada usia tersebut di wilayah terdampak.
Konteks dan Dampak
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah menimbulkan kabut asap tebal yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. ISPA menjadi salah satu kondisi medis yang paling banyak dilaporkan selama periode ini, sehingga upaya penanganan dan pencegahan menjadi prioritas pemerintah daerah.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan penanganan ISPA dapat berjalan efektif dan mengurangi risiko kesehatan yang lebih serius bagi masyarakat terdampak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










