Drama COD motor Rp 12 juta berujung ricuh, uang pembeli bikin curiga – Penjual Dikejar Massa
Suara Pecari | Drama COD motor Rp 12 juta berujung ricuh, uang pembeli bikin curiga [titlebase] terjadi di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, ketika seorang pria menyerahkan uang tunai senilai Rp12 juta dalam pecahan Rp50.000 untuk membeli sepeda motor secara cash on delivery (COD). Saat uang tersebut diperiksa, ternyata uang palsu, memicu reaksi keras dari penjual dan warga sekitar.
Menurut saksi mata, pelaku yang belum diketahui identitasnya menepati janji pertemuan di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu. Ia menyerahkan tumpukan uang yang tampak rapi, namun tekstur dan warna lembaran mengundang kecurigaan. Penjual motor langsung menolak transaksi dan mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri dengan motor yang baru dibeli.
Kerumunan warga yang menyaksikan aksi tersebut segera memadati lokasi. Seorang saksi bernama Atikah melaporkan, “Setelah uang diperiksa, kami semua langsung menegur pelaku. Dia mencoba kabur, tapi warga mengepungnya dan tidak memberi kesempatan untuk melarikan diri.” Suasana sempat memanas ketika sejumlah warga menuntut keadilan secara langsung, namun petugas kepolisian yang tiba beberapa menit kemudian berhasil menenangkan massa dan mengamankan pelaku tanpa terjadi aksi main hakim sendiri.
Polsek Duren Sawit mengkonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan dibawa ke kantor untuk pemeriksaan intensif. Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno, menyatakan, “Kami telah mengamankan pelaku dan menyita 240 lembar uang palsu sebagai barang bukti. Penyidikan akan berlanjut untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat dalam pemalsuan uang ini.” Polisi juga menegaskan pentingnya verifikasi uang sebelum melakukan transaksi COD, terutama dalam transaksi bernilai tinggi seperti pembelian motor.
Kasus serupa pernah terjadi di Way Kanan, Lampung, di mana seorang begal berinisial AK menipu korban dengan modus jual beli motor melalui media sosial. Pada April 2025, korban remaja berusia 15 tahun dijebak di Jalan Lintas Sumatera, kehilangan motor dan uang tunai senilai Rp4 juta. Pelaku tersebut berhasil ditangkap hampir setahun kemudian oleh tim Tekab 308 Presisi Polsek Baradatu, menegaskan pola kejahatan serupa yang mengandalkan kepercayaan dalam transaksi COD.
Berbagai pihak mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi COD. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:
- Periksa keaslian uang secara visual, perhatikan watermark, benang pengaman, dan kualitas cetakan.
- Lakukan transaksi di tempat umum yang ramai, hindari lokasi sepi.
- Jika memungkinkan, gunakan metode pembayaran digital yang dapat dilacak.
- Segera laporkan kepada pihak berwajib jika menemukan uang palsu atau mencurigakan.
Kasus ini menyoroti meningkatnya modus penipuan berbasis COD di Indonesia, terutama pada barang bernilai tinggi seperti sepeda motor. Penegakan hukum yang cepat serta partisipasi aktif warga menjadi kunci dalam mencegah eskalasi ricuh. Dengan meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat prosedur verifikasi, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir di masa depan.
Drama COD motor Rp 12 juta berujung ricuh, uang pembeli bikin curiga [titlebase] kini menjadi peringatan bagi pelaku transaksi online dan offline. Kejadian ini menegaskan bahwa kepercayaan harus diiringi dengan kewaspadaan, dan peran serta masyarakat serta aparat keamanan sangat penting dalam menjaga ketertiban serta menegakkan hukum.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










