Lapas Tuban Gelar Razia Insidentil: Tidak Ada Narkoba, Puluhan Barang Terlarang Dimusnahkan

Lapas Tuban Gelar Razia Insidentil: Tidak Ada Narkoba, Puluhan Barang Terlarang Dimusnahkan

Razia Malam Hari: Langkah Preventif Lapas Tuban

Suara Pecari | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tuban kembali menggelar razia insidentil pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Kegiatan ini menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan sebagai wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari gangguan keamanan serta peredaran barang terlarang. Razia yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB ini melibatkan puluhan petugas keamanan yang terbagi dalam tim penggeledahan dan pengawasan. Kepala Lapas Kelas IIB Tuban, Irwanto Dwi Yhana Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. “Razia ini harus dilaksanakan secara konsisten, begitu pula dengan tes urine. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, peredaran alat komunikasi ilegal, serta segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam lingkungan Lapas,” ujarnya dalam keterangan pers.

Prosedur Humanis dan Profesional

Pihak Lapas memastikan bahwa seluruh rangkaian penggeledahan dilakukan dengan mengedepankan sisi humanis, profesional, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Setiap kamar diperiksa secara teliti oleh petugas yang telah dilatih khusus. Warga binaan diminta untuk berdiri di luar kamar selama pemeriksaan berlangsung, dan barang-barang pribadi mereka diperiksa dengan tetap menjaga privasi. Kegiatan ini merujuk pada regulasi Permenkumham Nomor 08 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban pada Satuan Kerja Pemasyarakatan, serta sejalan dengan arahan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mengoptimalkan keamanan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan demikian, razia ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memberantas peredaran barang terlarang di dalam lapas.

Hasil Razia: Tidak Ada Narkoba, Puluhan Barang Berbahaya Diamankan

Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh, petugas tidak menemukan adanya narkotika maupun telepon genggam (HP) ilegal di seluruh kamar yang diperiksa. Namun, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dikategorikan sebagai benda terlarang atau berpotensi disalahgunakan. Barang-barang tersebut antara lain gotri, benang, paku, kaca, korek api, besi, sendok, cangkir, baut, silet, kabel, baterai, peniti, tusuk gigi, kartu domino, dan kartu remi. “Untuk razia kali ini, kami tidak menemukan adanya narkotika maupun HP ilegal. Namun kami menemukan barang lain yang berpotensi disalahgunakan,” kata Irwanto.

Jenis Barang Jumlah Potensi Penyalahgunaan
Gotri 15 butir Senjata tumpul
Silet 5 buah Senjata tajam
Korek api 12 buah Pemicu kebakaran
Kartu domino/remi 3 set Praktik perjudian
Baterai/kabel 10 unit Alat komunikasi ilegal

Tes Urine Acak: Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

Setelah penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya penyalahgunaan narkotika di dalam lapas. Menurut Kepala Lapas, tes urine dilakukan secara rutin dan mendadak agar tidak memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menghindar. Hasil tes urine kali ini masih dalam proses analisis laboratorium dan akan diumumkan kemudian. Jika ditemukan warga binaan yang positif menggunakan narkoba, maka akan diberikan sanksi disiplin dan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemusnahan Barang Temuan

Seluruh barang hasil temuan dalam penggeledahan telah didata ke dalam Berita Acara Hasil Penggeledahan, untuk selanjutnya diproses untuk dimusnahkan. Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar atau dihancurkan di hadapan petugas dan saksi. Langkah ini memastikan bahwa barang-barang tersebut tidak akan kembali beredar di lingkungan lapas. Pemusnahan juga menjadi simbol komitmen Lapas Tuban dalam memberantas barang terlarang dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan warga binaan.

Dampak dan Implikasi

Razia insidentil ini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keamanan dan ketertiban di Lapas Tuban. Pertama, razia ini memberikan efek jera bagi warga binaan yang mungkin berniat menyelundupkan barang terlarang. Kedua, kegiatan ini memperkuat pengawasan internal dan mencegah terjadinya praktik perjudian, kekerasan, atau penggunaan alat komunikasi ilegal yang bisa digunakan untuk mengatur kejahatan dari dalam lapas. Ketiga, tes urine membantu mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan dan proses rehabilitasi warga binaan. Bagi masyarakat, langkah ini menunjukkan bahwa Lapas Tuban serius dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan yang aman dan bersih. Ke depan, Lapas Tuban berencana untuk meningkatkan frekuensi razia dan tes urine, serta memperbarui peralatan deteksi seperti metal detector dan alat tes urine modern. Selain itu, kerja sama dengan kepolisian dan BNN juga akan diperkuat untuk memutus rantai peredaran narkoba di dalam lapas.

Kronologi Razia Insidentil Lapas Tuban

  • 21.00 WIB: Petugas keamanan berkumpul untuk briefing dan pembagian tugas.
  • 21.15 WIB: Razia dimulai dengan penggeledahan kamar hunian blok A, B, dan C.
  • 22.30 WIB: Penggeledahan selesai, barang temuan didata dan diamankan.
  • 22.45 WIB: Tes urine acak dilaksanakan terhadap 20 warga binaan yang dipilih secara acak.
  • 23.30 WIB: Seluruh kegiatan selesai, barang temuan disimpan di gudang barang bukti untuk dimusnahkan keesokan harinya.

Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya preventif Lapas Kelas IIB Tuban dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta memastikan seluruh warga binaan menjalani masa pidana di lingkungan yang kondusif, bersih, dan disiplin. Dengan langkah-langkah tegas dan konsisten ini, Lapas Tuban berharap dapat menjadi contoh bagi lapas lain di Indonesia dalam menciptakan pemasyarakatan yang bebas dari barang terlarang dan kekerasan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan