Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Ada Backing Peredaran Tramadol di Jabar
Suara Pecari – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan tidak ada pihak yang membekingi atau melindungi peredaran obat keras terbatas (OKT), termasuk Tramadol, di wilayah Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran masyarakat dan warganet yang ramai membahas isu peredaran obat keras ilegal di daerah tersebut.
Penegasan Gubernur Jawa Barat
Dalam kesempatan menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Surveillance (MCSP) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aparat penegak hukum di Jawa Barat memiliki komitmen kuat untuk memberantas peredaran obat ilegal. Ia optimistis jaringan aparat keamanan yang lengkap dari tingkat desa hingga kepolisian resor menjadi modal penting dalam menekan peredaran Tramadol dan obat keras terbatas lainnya.
Jaringan Pengawasan yang Kuat
Dedi menjelaskan bahwa di setiap desa dan kelurahan di Jawa Barat terdapat Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Polsek, dan Polres yang aktif melakukan pengawasan. Selain itu, Kapolda Jawa Barat juga telah menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas penyalahgunaan obat keras terbatas tersebut.
Keberhasilan Polresta Bandung
Gubernur juga menyoroti keberhasilan Polresta Bandung dalam mengungkap peredaran obat keras ilegal dalam jumlah besar, yakni berhasil mengumpulkan hingga satu juta butir obat keras ilegal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi kepolisian di daerah lain untuk melakukan langkah serupa dalam memberantas peredaran obat ilegal.
Penolakan Dugaan Pembekingan
Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya pihak yang membekingi jaringan peredaran Tramadol, Dedi Mulyadi dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dalam memberantas kejahatan apapun, termasuk peredaran obat keras ilegal.
“Enggak, enggak ada backing-backing-an. Masa negara kalah sama begitu,” ujar Dedi dengan tegas.
Harapan dan Komitmen ke Depan
Dedi berharap agar komitmen dari aparat kepolisian dan seluruh jajaran keamanan terus diperkuat. Hal ini penting agar penyalahgunaan obat keras terbatas di Jawa Barat dapat ditekan dan tidak lagi menjadi masalah yang meresahkan masyarakat.
Penanganan peredaran obat ilegal seperti Tramadol bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam melaporkan dan mencegah penyalahgunaan obat tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










