Lelang Barang Mewah Sandra Dewi Laku Keras di BPA Fair 2026

Lelang Barang Mewah Sandra Dewi Laku Keras di BPA Fair 2026

Suara Pecari | Acara lelang barang mewah milik Sandra Dewi berlangsung sukses di BPA Fair 2026 yang digelar di Kebagusan, Jakarta Selatan, pada 21 Mei 2026. Sebanyak 84 tas branded dan lebih dari 30 perhiasan yang sebelumnya disita oleh negara ludes terjual dalam waktu singkat, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap barang-barang mewah tersebut.

Pihak Kejaksaan mengungkapkan bahwa dari total 84 tas yang dilelang, 55 dijual secara satuan dan sisanya dalam paket lot. Berbagai merek ternama seperti Chanel, Hermes, Dior, dan Balenciaga menjadi incaran banyak peserta lelang. Nilai limit untuk tas-tas tersebut bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga lebih dari seratus juta rupiah, tergantung jenis dan mereknya.

Antusiasme peserta sangat terlihat selama acara berlangsung. Tas-tas dengan harga awal yang tinggi bahkan mengalami lonjakan harga yang signifikan. Misalnya, tas Hermès yang dibuka dengan harga limit Rp32.333.000 terjual seharga Rp76.333.000. Demikian juga tas Chanel merah yang awalnya dilelang dengan harga Rp55.865.000, akhirnya terjual di angka Rp120.865.000.

Selain tas, sejumlah perhiasan milik Sandra Dewi juga dilelang, termasuk kalung, gelang, dan anting. Salah satu kalung yang menarik perhatian adalah yang bertuliskan nama “Sandra Dewi”, yang dibanderol seharga Rp33,1 juta dan laku terjual. Seluruh perhiasan yang ditawarkan dalam lelang ini juga dilaporkan habis terjual.

Acara lelang ini merupakan bagian dari upaya Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung dalam mengelola aset sitaan dari kasus korupsi yang melibatkan suami Sandra Dewi, Harvey Moeis. Meski barang-barang milik Sandra Dewi laku keras, koleksi mobil mewah milik Harvey masih dalam tahap penilaian dan belum dilelang karena status hukumnya yang belum inkrah.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa lelang dilakukan secara transparan melalui sistem digital, memastikan tidak ada manipulasi dalam proses penawaran. Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, lelang ini menunjukkan bahwa barang-barang mewah tetap memiliki daya tarik yang kuat di kalangan kolektor dan masyarakat.

Kesuksesan lelang ini tidak hanya menggambarkan minat masyarakat terhadap barang mewah, tetapi juga menjadi langkah penting dalam pemulihan aset negara yang disita dari tindakan korupsi. Dengan harga yang fantastis dan barang yang laku terjual, lelang ini menjadi salah satu acara yang menarik perhatian publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan