Intip Serunya Tren Photobox Estetik Mandiri di Selfie Time X
Fenomena Baru di Palembang: Photobox Estetik Mandiri
Suara Pecari, Di tengah maraknya budaya digital dan kebutuhan akan konten visual yang instagramable, tren photobox estetik mandiri kembali mencuri perhatian anak muda Kota Palembang. Selfie Time X, yang berlokasi di Lantai 1 Palembang Square (PS) Mall, menjadi salah satu destinasi favorit bagi mereka yang ingin mengabadikan momen dengan cara yang unik dan personal. Berbeda dengan studio foto konvensional yang biasanya memerlukan fotografer, tempat ini mengusung konsep self-service penuh. Pengunjung memiliki kendali total atas pengalaman berfoto mereka, mulai dari memilih tema latar belakang, mengambil gambar, hingga menyunting bingkai sesuai selera.
Konsep Self-Service yang Membebaskan Kreativitas
Selfie Time X memberikan kebebasan kepada pengunjung untuk menjadi fotografer mereka sendiri. Setiap sesi foto berlangsung sekitar enam menit, namun pengunjung dapat mengulang pengambilan gambar jika belum puas dengan hasilnya. Mereka juga bebas memilih bingkai, mengedit desain, dan menentukan konsep sebelum foto dicetak. Hal ini memungkinkan setiap individu atau kelompok untuk mengekspresikan kreativitas tanpa batasan. Pegawai Selfie Time X, Novi, menjelaskan bahwa bisnis ini mulai beroperasi di Palembang sejak tahun 2025. “Setiap sesi foto berlangsung sekitar enam menit. Pengunjung juga diberikan kesempatan mengambil ulang foto apabila belum puas, serta bebas memilih bingkai, mengedit desain, dan menentukan konsep sebelum hasil foto dicetak,” ujar Novi saat ditemui pada Minggu, 12 Juli 2026.
Latar Belakang Tematik yang Memikat
Salah satu daya tarik utama Selfie Time X adalah keberaniannya menghadirkan latar belakang tematik yang unik dan beragam. Pengunjung dapat merasakan sensasi berfoto di dalam gerbong MRT, perpustakaan klasik (Library), sudut supermarket, lift jadul (Vintage Lift), bioskop, area penyeberangan jalan (Street Crosswalk), hingga bilik telepon merah khas Inggris (London Telephone). Konsep ini tidak hanya memberikan variasi visual tetapi juga memungkinkan pengunjung untuk ‘bepergian’ ke berbagai tempat tanpa harus meninggalkan mal. Keunikan ini terbukti efektif mendongkrak jumlah pengunjung, terutama pada akhir pekan.
| Hari | Rata-rata Pengunjung |
|---|---|
| Weekday (Senin-Jumat) | 20 – 30 orang |
| Sabtu & Minggu malam | 100 – 120 orang |
Data di atas menunjukkan lonjakan signifikan pada akhir pekan, yang mengindikasikan bahwa Selfie Time X menjadi pilihan utama untuk kegiatan rekreasi bersama teman atau pasangan. Kenaikan jumlah pengunjung hingga 4 kali lipat ini juga mencerminkan tren baru di kalangan milenial dan Gen Z yang lebih memilih pengalaman berfoto yang interaktif dan personal.
Harga Terjangkau dan Sistem Pembayaran Cashless
Untuk menikmati pengalaman ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp45 ribu hingga Rp65 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk hasil cetak foto. “Paket Rp65 ribu sudah termasuk dua strip hasil cetak foto,” tambah Novi. Sistem pembayaran yang diterapkan sepenuhnya nontunai (cashless), sejalan dengan tren digitalisasi di Indonesia. Harga yang relatif murah ini membuat Selfie Time X mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar.
Testimoni Pengunjung: Pengalaman Seru dan Estetik
Dapa (17), seorang pelajar asal kawasan Bukit, Palembang, mengaku sudah dua kali datang ke Selfie Time X bersama pasangannya. “Tempatnya strategis, konsepnya banyak, hasil fotonya bagus, dan harganya juga masih cocok untuk kantong pelajar. Paket Rp65 ribu sudah dapat dua strip foto, jadi menurut saya cukup terjangkau,” kata Dapa. Ia bahkan tidak ragu merekomendasikan tempat ini kepada teman-temannya karena pengalaman seru dan hasil cetakan yang estetik. Testimoni seperti ini menunjukkan bahwa Selfie Time X berhasil menciptakan nilai lebih dibandingkan photobox biasa.
Dampak dan Implikasi bagi Industri Kreatif Lokal
Kehadiran Selfie Time X tidak hanya sekadar tren sesaat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri kreatif di Palembang. Pertama, tempat ini membuka peluang bagi para kreator konten lokal untuk bereksperimen dengan latar tematik tanpa harus menyewa studio mahal. Kedua, keberadaannya di pusat perbelanjaan utama seperti PS Mall turut meningkatkan trafik pengunjung mal, yang pada gilirannya menguntungkan tenant lain. Ketiga, tren photobox mandiri ini mendorong munculnya usaha serupa di kota-kota lain, sehingga memperkaya pilihan hiburan bagi masyarakat. Dari sisi ekonomi, bisnis ini juga menyerap tenaga kerja lokal, seperti yang terlihat dari pegawai yang melayani pengunjung.
Selain itu, fenomena ini juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin menginginkan pengalaman personal dan instan. Generasi muda cenderung menghindari interaksi yang rumit dan lebih memilih kemandirian dalam menciptakan konten. Selfie Time X menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan ruang yang aman, kreatif, dan terjangkau.
Kronologi Perkembangan Selfie Time X
- 2025: Selfie Time X mulai beroperasi di Palembang, menawarkan konsep photobox self-service.
- 2026 (Juli): Tempat ini mencatat lonjakan pengunjung hingga 120 orang pada akhir pekan, dengan testimoni positif dari pelajar.
- Ke depannya: Diharapkan dapat menambah variasi latar tematik dan meningkatkan kapasitas untuk mengakomodasi lebih banyak pengunjung.
Dengan perkembangan yang pesat, Selfie Time X berpotensi menjadi ikon baru wisata foto di Palembang. Inovasi seperti ini juga bisa menjadi model bisnis yang direplikasi di daerah lain, mengingat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pengalaman berfoto yang unik.
Di tengah gempuran media sosial dan kebutuhan akan konten visual yang menarik, Selfie Time X hadir sebagai solusi yang menyenangkan dan terjangkau. Tempat ini bukan sekadar bilik foto, melainkan ruang kreatif di mana setiap pengunjung bisa menjadi sutradara gambar mereka sendiri. Dengan latar yang terus diperbarui dan harga yang bersahabat, tidak heran jika Selfie Time X menjadi primadona baru bagi anak muda Palembang yang haus akan estetika. Tren ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana namun tepat sasaran dapat menciptakan dampak besar, tidak hanya bagi pengunjung tetapi juga bagi ekosistem kreatif lokal.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










