Jenazah Mozza Tiba di Rumah Duka, Diiringi Isak Tangis Keluarga

Jenazah Mozza Tiba di Rumah Duka, Diiringi Isak Tangis Keluarga

Suara Pecari, Semarang – Jenazah Mozza Axillia Gunarsa (18) akhirnya tiba di rumah duka di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat malam. Kedatangan jenazah ini disambut dengan isak tangis keluarga dan pelayat yang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kedatangan Jenazah dan Prosesi di Rumah Duka

<pJenazah Mozza tiba sekitar pukul 22.26 WIB menggunakan ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang. Para pelayat langsung melaksanakan salat jenazah yang diiringi dengan lantunan doa yang terus mengalun sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Dua batu nisan sudah disiapkan di pemakaman desa setempat dengan tulisan nama lengkap Mozza, tanggal lahir 20 Juli 2007, dan tanggal wafat 4 September 2026. Ketua RT setempat, Suryanto, menyatakan jenazah Mozza akan langsung dimakamkan di Pemakaman Sepringgitan di Dusun Gebugan setelah prosesi di rumah duka selesai.

Latar Belakang dan Penemuan Jenazah

Suryanto menjelaskan bahwa dirinya menerima kabar penemuan kerangka pada pukul 17.00 WIB di wilayah Kota Semarang, tepatnya di pinggir jalan tol Jangli. Awalnya, informasi tersebut masih belum pasti, namun kemudian terkonfirmasi setelah ayah Mozza, Singgih Gunarsa, menghubungi pihak kepolisian dan memastikan bahwa kerangka yang ditemukan adalah Mozza.

Kakek Mozza, Ngadirin, mengungkapkan kesedihan mendalam dan ketidakpercayaan atas kematian cucunya. Ia mengaku sudah merasakan firasat buruk karena Mozza tidak pulang selama beberapa waktu.

Kasus Pembunuhan dan Proses Hukum

Mozza sebelumnya dilaporkan hilang selama satu tahun. Kondisinya ditemukan tinggal kerangka dan jasadnya ditemukan dalam keadaan terbungkus karung di semak-semak pinggir jalan tol kawasan Jangli, Tembalang, Kota Semarang. Barang bukti yang ditemukan bersama jenazah termasuk pakaian, jepit rambut, tali rafia, dan lakban yang diduga digunakan untuk mengikat korban.

Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MDVA (22), warga Kabupaten Blora, pada tanggal 3 September 2026. MDVA diduga merupakan teman dekat Mozza dan menjadi pelaku pembunuhan tersebut. Proses penyidikan masih berlangsung untuk memastikan motif dan kronologi kejahatan.

Dampak dan Respon Masyarakat

Kematian Mozza yang tragis ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Keluarga dan tetangga mengenang Mozza sebagai pribadi yang santun dan baik. Kasus ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan kewaspadaan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *