Moda Moody Siap Tur ke Indonesia, Rayakan Setahun Mini Album Rekam Jejak
Suara Pecari – Band asal Malaysia, Moda Moody, kembali melanjutkan rencana tur ke Indonesia setelah penundaan pada awal Januari lalu. Tur kali ini sekaligus menjadi perayaan satu tahun perilisan mini album Rekam Jejak, yang menandai perjalanan musikal terbaru mereka.
Mini album Rekam Jejak merupakan proyek kolaborasi lintas negara antara Malaysia dan Indonesia. Dirilis oleh label rekaman asal Indonesia, proses kreatif EP tersebut melibatkan Denny Frust sebagai music director. Album ini berisi lima lagu, yaitu ‘Rindu Dihembus Bayu’, ‘Bodoh’, ‘Gadisku di Lantai Tari’, ‘Reggae dan Ska’, serta ‘Matahari’. Salah satu lagu yang mencuri perhatian adalah ‘Rindu Dihembus Bayu’ yang menghadirkan sentuhan langgam keroncong, memberikan warna berbeda dalam katalog karya Moda Moody.
Perayaan Setahun Rekam Jejak
Menjelang akhir Agustus 2026, Moda Moody akan merilis Rekam Jejak dalam format cakram padat (CD) yang dipaketkan bersama kaus, poster, dan stiker eksklusif. Pada bulan yang sama, mereka menggelar listening party khusus media di Honcho Pizza Parlour, Subang Jaya. Rangkaian promosi dilanjutkan melalui release party di Angguk Studio, Selangor, yang turut menghadirkan An Honest Mistake, Single Stitch, Nahara, dan Rakuza sebagai pengisi acara.
Tur Indonesia: Jadwal dan Kota
Genap satu tahun sejak Rekam Jejak dirilis, Moda Moody akhirnya merealisasikan tur Indonesia yang akan berlangsung dalam beberapa tahap. Rangkaian tur ini mendapat dukungan dari Mother Earth Entertainment, ME.Space, dan DoggyHouse Records. Untuk sesi pertama, Moda Moody akan menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa dengan jadwal sebagai berikut:
- 1 Agustus 2026 – Road to Vista Fest, Milli Sayidan, Yogyakarta
- 2 Agustus 2026 – Gatsu Urban Stage, Solo
- 4 Agustus 2026 – Madiun (lokasi akan diumumkan)
- 8 Agustus 2026 – Ska Revolution United Vol. 3, The Big Owl, Bogor/Jakarta
Moda Moody terbentuk di Kuala Lumpur pada 2007 dan saat ini diperkuat oleh Mell Malik (vokal), Ashley Gibson (gitar), Aliph (gitar), Mieenang69 (bass), JRowl (drum), dan Meer Dean (keyboard). Band ini dikenal memadukan unsur ska, reggae, dan indie, sekaligus menjembatani identitas budaya lokal dan global melalui karya-karya mereka.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








