Tiongkok Jadi Pusat Perhatian: Beasiswa, Kunjungan Kenegaraan, hingga Kosmetik Ilegal

Tiongkok Jadi Pusat Perhatian: Beasiswa, Kunjungan Kenegaraan, hingga Kosmetik Ilegal

Suara Pecari | Dalam beberapa hari terakhir, Tiongkok menjadi sorotan utama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, politik internasional, hingga pengawasan produk kosmetik. Berita-berita yang mengemuka menunjukkan betapa eratnya hubungan Indonesia dengan Tiongkok, baik dalam hal kerja sama sumber daya manusia maupun tantangan pengawasan barang impor.

Di Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Kolaka bersama PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) melepas 25 warga lokal untuk belajar bahasa Mandarin dan mendalami etos kerja langsung ke Tiongkok. Bupati Kolaka Amri menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen daerah untuk mencetak sumber daya manusia unggul di tengah pesatnya investasi dan industrialisasi, khususnya di sektor pertambangan. Para peserta yang telah melewati seleksi ketat dari sekitar 200 pendaftar akan berangkat pada 10 Juni 2026. Program senilai Rp672 juta ini dibiayai melalui APBD dan CSR PT IPIP, dengan harapan para peserta tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga mengadopsi budaya disiplin dan produktif masyarakat Tiongkok.

Sementara itu, di sektor pendidikan, GEM kembali membuka beasiswa Indonesia–Tiongkok 2026 untuk jenjang S2 di Central South University (CSU). Program ini mencakup bidang metalurgi dan perdagangan internasional, bekerja sama dengan LPDP. Beasiswa ini bertujuan menjawab kebutuhan tenaga ahli di sektor hilirisasi mineral dan manufaktur berteknologi tinggi, sejalan dengan visi Indonesia untuk meningkatkan daya saing global.

Di panggung politik internasional, Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada 8 Juni 2026, kunjungan pertamanya sejak 2019. Kunjungan ini dilakukan atas undangan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan menjadi lawatan luar negeri pertama Xi tahun ini. Sebelumnya, Xi telah menerima kunjungan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing. Langkah ini menegaskan peran strategis Tiongkok dalam diplomasi regional dan global.

Namun, tidak semua berita tentang Tiongkok bersifat positif. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita lebih dari 2 juta kosmetik ilegal asal Tiongkok dari sebuah gudang di Kelapa Dua, Tangerang. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp27,6 miliar. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa hampir 90 persen kosmetik ilegal tersebut berasal dari Tiongkok, dan telah beredar melalui platform e-commerce tanpa izin edar. Langkah penindakan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk yang tidak terjamin keamanan dan mutunya.

Di sisi lain, budaya Tiongkok juga tetap diminati, terutama melalui drama-drama bertema pengobatan tradisional. Serial seperti Legend of Yun Xi dan Doctor of Traditional Chinese Medicine berhasil memikat penonton dengan kisah tabib, ramuan herbal, dan akupunktur. Drama-drama ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan warisan ilmu pengobatan Tiongkok yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Kesimpulannya, Tiongkok hadir dalam berbagai dimensi bagi Indonesia: sebagai mitra pendidikan dan pelatihan, sebagai aktor politik global, sebagai sumber produk yang perlu diawasi, dan sebagai inspirasi budaya. Semua ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Tiongkok semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan