Muktamar ke-35 NU di Jombang: Ribuan Kader dan Tamu Mancanegara Siap Ramaikan, Logo Resmi Penuh Filosofi Diresmikan

Muktamar ke-35 NU di Jombang: Ribuan Kader dan Tamu Mancanegara Siap Ramaikan, Logo Resmi Penuh Filosofi Diresmikan

Suara Pecari, Jombang, Jawa Timur – Gelaran muktamar nahdlatul ulama ke-35 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, semakin terasa hingar-bingarnya. Panitia lokal terus mematangkan persiapan, mulai dari akomodasi hingga keterlibatan ribuan kader muda. Tak hanya itu, jejaring internasional NU pun mulai merapat, menandai muktamar nahdlatul ulama kali ini sebagai ajang konsolidasi global warga Nahdliyin.

Utusan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan, Tajul Mafakhir, telah meninjau langsung fasilitas penginapan gratis di Yayasan Pendidikan Islam Al-Madinah, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Panitia menyiagakan 19 ruang kelas yang disulap menjadi ruang penginapan lengkap dengan fasilitas pendukung. Tak hanya dari Sudan, jaringan alumni PCINU Mesir juga dipastikan akan meramaikan muktamar nahdlatul ulama ini. “Kami siap menjamu para tamu dari mancanegara dengan sebaik-baiknya,” ujar salah satu panitia lokal.

Sementara itu, lebih dari 5.000 kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang menyatakan siap diterjunkan di berbagai sektor pelayanan. Ketua PC IPNU Jombang, M. Husein Al-Kahfi, menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan wujud khidmah kepada para ulama dan organisasi. “Muktamar adalah ruang bagi kader untuk belajar sekaligus mengabdi. Kami ingin membuktikan bahwa kader IPNU-IPPNU siap menjadi bagian dari kesuksesan agenda besar Nahdlatul Ulama,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan logo muktamar nahdlatul ulama ke-35. Logo tersebut merupakan karya M. Shofa Ulul Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban. Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar, H. Amin Said Husni, menjelaskan bahwa logo terdiri dari dua lingkaran yang melambangkan harmoni antara Syuriah dan Tanfidziyah. “Dua lingkaran itu juga melambangkan hubungan ayah dan anak, sebagai simbol kepemimpinan yang saling menguatkan,” kata Shofa. Terpilihnya logo ini sekaligus memperpanjang jejak kontribusi Pondok Pesantren Langitan yang memiliki sanad keilmuan dengan para pendiri NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah.

Di tengah persiapan, dinamika politik internal NU juga mulai menghangat. Sebanyak 22 PCNU di Jawa Tengah secara resmi mendukung KH. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf sebagai calon Ketua Umum PBNU. Dukungan tersebut disampaikan melalui maklumat yang dibacakan di Magelang. “Kami memandang perlu hadir kepemimpinan yang mampu menjadi aras persatuan, merangkul seluruh kader dan kekuatan NU tanpa membeda latar belakang,” ujar Ketua PCNU Kabupaten Semarang, KH. Ahmad Fauzan. Gus Yusuf dinilai memiliki kapasitas untuk mengemban amanah tersebut.

Dengan segala persiapan yang matang, baik dari segi akomodasi, sumber daya manusia, hingga identitas visual, muktamar nahdlatul ulama ke-35 di Jombang diharapkan berjalan sukses dan melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi. Kesimpulannya, perpaduan antara khidmah kader muda, partisipasi internasional, dan semangat persatuan menjadi modal utama untuk menyukseskan hajatan lima tahunan ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *