Keterbatasan Anggaran Diharapkan Bukan Alasan Tidak Ikut Jambore Nasional Kelak
Suara Pecari, Gunungsitoli – Semangat kepramukaan di Kabupaten Nias kembali membara setelah 23 anggota Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Nias sukses mengikuti Jambore Daerah XI Sumatera Utara di Bumi Perkemahan Sibolangit. Namun di balik kesuksesan itu, muncul harapan kuat agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi partisipasi Kwarcab Nias di ajang Jambore Nasional dan Raimuna mendatang.
Aktivitas Kontingen Selama Jambore Daerah
Kontingen Kwarcab Nias yang diberangkatkan pada 5 Juli 2026 dan dilepas secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Nias selaku Sekretaris Kwartir Cabang, tiba di Bumi Perkemahan Sibolangit pada 6 Juli 2026. Mereka menjadi kontingen pertama yang hadir, sehingga memiliki kesempatan mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan dengan lebih baik. Pada 7 Juli 2026 dilaksanakan gladi upacara pembukaan, sedangkan pembukaan resmi Jambore Daerah XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara berlangsung pada 8 Juli 2026 dan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara.
Selama mengikuti jambore, kontingen berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kepramukaan yang meliputi pembinaan karakter, peningkatan keterampilan, pengembangan wawasan kebangsaan, permainan edukatif, kegiatan kepemimpinan, serta pentas seni. Kontingen juga memperoleh kehormatan tampil sebagai penampil pertama pada malam pentas seni serta kembali menampilkan seni budaya daerah pada acara penutupan yang berlangsung pada 12 Juli 2026.
Harapan Pimpinan Kontingen
Pimpinan Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Nias, Kapten Inf. Maulana Yahya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias, Pengurus Kwarcab, para pembina pendamping, serta orang tua peserta atas dukungan dan doa yang diberikan. Hal ini diungkapkannya pada saat penyambutan kontingen di Pendopo Bupati Nias, Selasa 14 Juli 2026. Kapten Inf. Maulana Yahya yang juga menjabat sebagai Danramil 02Gido menegaskan bahwa dukungan dan doa tersebut membawa seluruh peserta kembali ke Kabupaten Nias dengan jumlah lengkap dan dalam keadaan sehat walafiat.
“Saya berharap keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Nias untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat daerah maupun nasional, termasuk Jambore Nasional dan Raimuna pada masa mendatang,” ucapnya seperti dikutip dari niaskab.go.id.
Dampak dan Implikasi Bagi Pramuka Nias
Pernyataan Kapten Inf. Maulana Yahya mencerminkan realitas yang dihadapi banyak Kwarcab di daerah terpencil. Keterbatasan anggaran sering kali menjadi kendala utama dalam mengirimkan kontingen ke ajang nasional. Namun, partisipasi dalam kegiatan seperti Jambore Nasional memiliki dampak positif yang signifikan bagi pengembangan karakter dan keterampilan anggota Pramuka. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin timbul jika partisipasi terus diupayakan:
- Peningkatan Kualitas SDM: Anggota Pramuka mendapatkan pengalaman berharga dalam kepemimpinan, kerjasama tim, dan kemandirian.
- Pengembangan Wawasan Kebangsaan: Interaksi dengan Pramuka dari berbagai daerah memperkuat rasa persatuan dan kesatuan.
- Promosi Budaya Daerah: Penampilan seni budaya Nias di ajang nasional memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke khalayak luas.
- Jejaring dan Relasi: Peserta dapat membangun jaringan pertemanan dan kerjasama dengan Pramuka dari seluruh Indonesia.
Untuk mengatasi masalah anggaran, beberapa langkah strategis dapat dipertimbangkan, seperti penggalangan dana melalui donatur, kerjasama dengan perusahaan daerah, serta optimalisasi dana APBD yang dialokasikan untuk kepramukaan.
Kronologi Kegiatan Jambore Daerah XI
| Tanggal | Kegiatan |
|---|---|
| 5 Juli 2026 | Pemberangkatan kontingen dari Nias |
| 6 Juli 2026 | Tiba di Bumi Perkemahan Sibolangit |
| 7 Juli 2026 | Gladi upacara pembukaan |
| 8 Juli 2026 | Pembukaan resmi Jambore Daerah XI |
| 12 Juli 2026 | Penutupan dan pentas seni budaya |
| 14 Juli 2026 | Penyambutan kontingen di Pendopo Bupati Nias |
Peran Serta Masyarakat dalam Mendukung Pramuka
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat, sangat penting untuk keberlanjutan kegiatan kepramukaan. Kapten Inf. Maulana Yahya mengapresiasi doa dan dukungan yang telah diberikan, yang menurutnya menjadi kunci keselamatan dan kesehatan peserta selama kegiatan. Ke depan, diharapkan kesadaran akan pentingnya gerakan Pramuka semakin meningkat, sehingga kendala anggaran dapat diatasi bersama.
Partisipasi dalam Jambore Nasional bukan hanya soal prestasi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi muda Nias. Dengan bekal pengalaman dan keterampilan yang diperoleh, para Pramuka diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan berkarakter.
Semangat yang ditunjukkan oleh Kontingen Kwarcab Nias menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad dan dukungan semua pihak, bukan tidak mungkin Kwarcab Nias akan kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Keterbatasan anggaran hanyalah tantangan yang bisa diatasi, bukan alasan untuk berhenti melangkah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










