Pesawat Militer AS Mendarat di Bandung, Apa Tujuannya?
Suara Pecari, Bandung – Pesawat militer Amerika Serikat, Boeing C-17 Globemaster III, mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada Senin malam, 31 Agustus 2026. Kedatangan pesawat ini sempat menghebohkan warga setempat karena suara mesinnya yang menggelegar dan ukurannya yang besar.
Pesawat ini merupakan pesawat logistik tempur yang biasa digunakan untuk membawa pasukan dan peralatan militer dalam berbagai misi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membenarkan bahwa Bandara Husein Sastranegara memang berstatus sebagai pangkalan logistik utama yang sering digunakan untuk aktivitas pendaratan pesawat angkatan udara, termasuk kerja sama internasional dengan Amerika Serikat.
Latihan Militer Gabungan Multinasional
Menurut Farhan, kedatangan pesawat militer AS tersebut terkait dengan rencana pelaksanaan latihan militer gabungan yang akan digelar di Kabupaten Bandung. Latihan ini akan melibatkan 17 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan sistem angkut udara taktis antara TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara AS.
Latihan tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan operasi udara taktis, seperti penerjunan kargo dengan biaya rendah pada ketinggian rendah, pengiriman kontainer dengan kecepatan tinggi dan rendah, penerjunan personel dengan metode military freefall, serta penerbangan formasi taktis. Selain itu, latihan juga melibatkan pertukaran keahlian di bidang kedokteran kedirgantaraan, evakuasi medis udara, dan prosedur penanganan darurat.
Bandara Husein Sastranegara sebagai Pangkalan Logistik
Bandara Husein Sastranegara memiliki fasilitas yang mendukung aktivitas militer, termasuk pendaratan pesawat angkut seperti CN-295, Hercules C-130, Airbus A400M, serta Boeing C-17 Globemaster III. Posisi strategis bandara ini memungkinkan kerja sama internasional dan menjadi basis logistik penting dalam latihan militer serta operasi angkut udara di wilayah Indonesia.
Konteks Regional
Kedatangan pesawat militer AS di Bandung juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke beberapa pangkalan militer AS di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Irak. Meskipun demikian, kedatangan pesawat di Bandung tidak terkait dengan konflik tersebut, melainkan merupakan bagian dari agenda latihan militer yang telah direncanakan sebelumnya.
Latihan Cope West 2026 yang melibatkan pasukan dan pesawat dari Wing Angkut Udara ke-374 Angkatan Udara AS bersama TNI AU menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kemampuan pertahanan udara dan memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dengan adanya latihan gabungan yang melibatkan banyak negara ini, diharapkan peningkatan kemampuan operasional dan koordinasi angkatan udara dapat terwujud secara efektif, sekaligus mendukung modernisasi TNI dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










