Dari Nobar Piala Dunia hingga Azan Subuh: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT, Zeyd Baktir Berpulang

Dari Nobar Piala Dunia hingga Azan Subuh: Bupati Lombok Barat Terjaring OTT, Zeyd Baktir Berpulang

Suara Pecari, Di tengah heningnya malam yang mulai berganti fajar, azan subuh berkumandang menjadi saksi bisu peristiwa besar yang mengguncang Lombok Barat dan Surabaya. Senin, 20 Juli 2026, bukan sekadar hari biasa. Ketika azan subuh mulai menggema, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini baru saja selesai menonton final Piala Dunia bersama ribuan warga. Namun, tak lama setelah azan subuh usai, operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakhiri momen kebersamaan itu dengan dramatis.

KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat dan Kepala Dinas PUPR di Kompleks Perkantoran Giri Menang. Sekretaris Daerah Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku kaget saat tiba di kantor dan mendapati garis polisi. “Kalau tadi pagi kita nonton bareng. Nonton bareng sampai pagi kita di lapangan. Sudah selesai bola, pulang. Sama beliau nobar sampai azan subuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya. KPK membawa Lalu Ahmad Zaini dan enam orang lainnya ke Jakarta malam itu juga. Uang ratusan juta rupiah turut disita dari proyek lelang yang diduga menjadi sumber korupsi.

Sementara itu, di Surabaya, azan subuh yang sama menjadi penanda kepergian seorang penggerak sunyi. Zeyd Muhamaad Baktir, dikenal sebagai Zeyd Baktir, wafat menjelang azan subuh pada pukul 03.15 WIB. Pria yang tak pernah mencari sorotan ini adalah pemilik Toko Media Idaman, yang selama puluhan tahun menjadi penyuplai buku-buku Islam bagi aktivis dakwah kampus. Ia lebih banyak mendengar daripada bicara, namun keberanian moralnya tak tergoyahkan. “Menjelang azan Subuh, Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 03.15, Allah memanggilnya pulang,” tulis obituari yang beredar. Zeyd dikenal karena kepercayaannya: mahasiswa boleh mengambil buku terlebih dahulu dan membayar setelah kiriman orang tua tiba.

Dua peristiwa ini mengingatkan kita pada pentingnya menjaga sholat, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 1-11: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam sholatnya.” Jadwal sholat yang tepat, seperti yang dirilis Bimas Islam Kemenag untuk Cirebon dan Jawa Timur, membantu umat muslim menjalankan kewajiban lima waktu. Azan subuh, sebagai penanda awal ibadah harian, menjadi momen refleksi—baik bagi pejabat yang tersandung korupsi maupun bagi pejuang dakwah yang meninggalkan warisan keteladanan.

Kisah Lalu Ahmad Zaini dan Zeyd Baktir mengajarkan bahwa setiap pilihan hidup memiliki konsekuensi. Ketika azan subuh berkumandang, sebagian orang mungkin masih terlena dalam gemerlap dunia, sementara yang lain telah siap menghadap Sang Pencipta. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini, terutama dalam memaknai setiap azan subuh yang kita dengar.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *